TUBAN, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban memanfaatkan momentum Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2024 untuk mengajak masyarakat lebih aktif melawan korupsi.
Pemkab Tuban dalam upacara gabungan di Kantor Pemkab Tuban, Kamis (19/12) menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menciptakan pemerintahan yang bersih.
Sekda Tuban, Budi Wiyana, menyampaikan pesan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa korupsi adalah masalah bersama yang harus diberantas.
“Korupsi menghambat pembangunan dan merugikan masyarakat. Kita semua, dari pemerintah hingga warga biasa, harus bersatu untuk melawannya,” ujar Sekda.
Pemkab Tuban dalam acara tersebut memberikan apresiasi kepada tiga desa yang dinilai berhasil menjadi contoh dalam membangun pemerintahan yang bersih yaitu Desa Gaji, Desa Rayung dan Desa Sugihan.
Desa Gaji dan Desa Rayung bahkan meraih penghargaan Replikasi Desa Antikorupsi tingkat Provinsi Jawa Timur pada 2023 dan 2024.
Selain itu, Puskesmas Jenu juga mendapat penghargaan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dari Kemenpan-RB. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik yang bebas korupsi bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa desa dan instansi lokal bisa menjadi pelopor antikorupsi. Kami harap ini bisa menginspirasi desa dan unit pelayanan lain untuk terus berbenah,” kata Sekda.
Dengan tema “Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju,” Pemkab Tuban mengajak masyarakat, pelajar, ASN, dan organisasi lokal untuk bersama-sama melawan korupsi.
Semangat Hakordia 2024 diharapkan menjadi pengingat bahwa pemberantasan korupsi harus dimulai dari diri sendiri. Pemkab Tuban yakin, dengan kerja sama semua pihak, pembangunan yang adil dan bersih dapat terwujud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








