BANGKOK, Tugujatim.id – Ratusan delegasi dari berbagai negara di seluruh dunia ikut sukseskan Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 17th yang berlangsung di Rama Garden Hotel, Bangkok, Tahiland pada 2-5 Mei 2025. Diinisiasi oleh International Global Network, acara ini diikuti sebanyak 600 delegasi dari 40 negara.
Kali ini, AYIMUN menjadikan momen ini sebagai wadah internasional bagi generasi muda untuk berdialog, berdiplomasi, dan menyuarakan gagasan mereka terhadap isu-isu global yang aktual.
Mengusung tema “The Voice of Reason: Maintaining A Level-Headed Approach To Turbulent Times”, AYIMUN 17th menekankan pentingnya peran anak muda dalam memperkuat solidaritas global melalui diplomasi multilateral yang inklusif dan kolaboratif.
“AYIMUN hadir untuk membekali generasi muda sebuah platform yang memungkinkan terjadinya kolaborasi antar budaya dan transfer ilmu pengetahuan di tengah dinamika global,” Muhammad Fahrizal, Presiden International Global Network.

“Kami ingin menciptakan ruang bagi pemuda dari berbagai latar belakang untuk saling mendengarkan, memahami perbedaan, dan membangun solidaritas. Di tengah arus informasi dan dinamika politik internasional yang penuh dinamika dan ketidakpastian, AYIMUN menjadi wadah bagi mereka untuk melatih life skills yang menjadi bekal untuk menghadapi masa depan seperti public speaking, critical thinking, negosiasi, dan kepemimpinan,” sambung Fahrizal.
AYIMUN 17th memiliki tiga tingkatan kepesertaan, yaitu “Junior Delegates” untuk pelajar usia 11 – 14 tahun dengan pembahasan topik yang lebih ringan, “Delegates” untuk pelajar usia 15 – 25 tahun yang baru pertama atau sudah beberapa kali mengikuti MUN, dan “Advanced Delegates” untuk pelajar usia 15 – 25 tahun namun sudah memiliki banyak pengalaman di MUN dan memiliki kapasitas untuk membahas topik yang lebih kompleks.
Seluruh peserta didorong untuk berpikir kritis dan menciptakan solusi nyata terhadap tantangan dunia yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, hingga perkembangan teknologi dan dampaknya terhadap masyarakat global.
Selama empat hari pelaksanaan, para peserta mengikuti simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam berbagai council seperti UNGA, DISEC Advanced Council, UNICEF, ILO, IMF, UNDRR, dan UNESCO Junior Council, di mana mereka berperan sebagai diplomat dari negara-negara anggota PBB untuk mendiskusikan isu-isu penting sesuai dengan tema yang diangkat pada masing-masing council.
AYIMUN 17th didukung oleh Thailand Convention and Exhibition Bureau (TCEB) yang memberikan Welcoming Letter kepada semua peserta untuk memudahkan proses pembuatan visa dan imigrasi Bangkok.
Acara ini juga dihadiri oleh Chiruit Isarangkun Na Ayuthaya (President of Thailand Convention and Exhibition Bureau), Rukhsana Afzaal (Ambassador of Pakistan to Thailand), Bong Yik Jui (Chargé d’Affaires the Embassy of Malaysia), Tomas Kvedaras (Project Manager at United Nations Development Programme Bangkok).
Kegiatan inipun telah terdaftar secara resmi di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, sehingga sertifikat kepesertaan AYIMUN dapat memberikan nilai tambah dalam proses seleksi akademik atau profesional para peserta.
Dengan kesuksesan AYIMUN 17th di Bangkok, acara ini diharapkan terus menjadi ruang bagi generasi muda dunia untuk berkembang menjadi pemimpin masa depan yang kompeten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








