TUBAN, Tugujatim.id – Petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengeluhkan harga gabah yang anjlok hingga Rp350 ribu per sak (sekitar 50 kg). Padahal sebelumnya, harga gabah lumayan tinggi, yakni Rp650 ribu per sak.
Petani padi, Kasiati menyebutkan bahwa sebelum banjir merendam sawahnya, harga gabah lumayan tinggi. “Sekarang sudah turun. Padahal kemarin sudah lumayan,” ucap warga Desa Patihan, Kecamatan Widang, Tuban itu.
Dia menyebutkan, banjir kali ini cukup besar sejak lima tahun terakhir. Tahun-tahun sebelumnya, banjir cepat surut, namun kali ini tidak. “Ini lumayan. Ya kalau pun ada (banjir) hanya sebentar saja,” ucapnya.
Sementara itu, BPBD Tuban mencatat 13 desa di empat kecamatan terdampak banjir luapan Sungai Bengawan Solo, per Sabtu (18/2/2023).
Dari data itu, puluhan hektar sawah dan pekarang rumah serta beberapa rumah warga terendam banjir. Ketinggian airnyapun bervariasi, mulai 40 cm hingga 120 cm.
“Sampai saat ini warga masih menetap di dalam rumahnya dan belum ada yang mengungsi,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Sudarmaji.








