MOJOKERTO, Tugujatim.id – Potensi peternakan domba di Kabupaten Mojokerto masih dapat ditemui. Seperti kehadiran Setia Kawan Farm (SKF), peternakan kambing dan domba impor fullblood. Menariknya, peternakan Mojokerto ini diklaim menjadi pertama sekaligus satu-satunya di kabupaten.
Pihak pengelola SKF menuturkan bahwa peternakan Mojokerto ini berdiri pada 2023 silam. Peternakan yang berada di Sidorejo, Jetis, Kabupaten Mojokerto, ini menempati lahan seluas sekira 4 hektare. Uniknya, peternakan ini mempunyai lahan hijau guna menyediakan pakan alami.
Baca Juga: Jember Swasembada Pangan: Transfer Embrio Jadi Andalan, Tingkatkan Produktivitas Ternak Sapi
Peternakan SKF awalnya hanya berisi 20 ekor kambing serta domba yang diimpor langsung dar Afrika Selatan dan Australia. Namun, hewan ternak impor ini bukan jenis biasa.
“Kalau Dorper ini dari Australia, cirinya punya kepala hitam serta berbulu tebal, itu membuat sekilas keliatan fashionable gitu. Kalau Boer ini dari Afrika Selatan, cirinya berwarna putih lalu kepalanya merah kecokelatan, kemudian punya tanduk dan telinga lebih panjang,” beber pengelola SKF Fardan Setyo, Jumat (16/08/2025).
Dua Tahun, Ternak Hasilkan 800 Domba
Menurut Fardan, adanya peternakan ini tidak hanya berguna dari sisi bisnis. Sekaligus, menjadi kontribusi program ketahanan pangan. Menariknya, peternakan SKF turut memproduksi pakan konsentrat pertanian. Fardan mengklaim SKF menjadi one stop solution bagi peternakan kambing dan domba di Mojokerto.
“Bila disilangkan dengan lokalan, peranakan kambing dengan usia antara 4 hingga 5 bulan bisa dijual seharga Rp2 juta-Rp3 juta. Beda harga untuk fullblood, bisa sampai Rp20 juta-Rp25 juta tiap ekor,” urai Fardan.
Dalam dua tahun saja, hasil ternakan peternakan SKF tembus hingga sekira 800 ekor. Peternakan ini juga terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar maupun konsultasi hingga menjadi mitra. Fardan mengaku banyak peternak mulai Aceh hingga Bali yang menjadi rekanan.
“Kami mempunyai 3 kandang khusus. Itu untuk ternak yang fullblood, untuk ternak hasil silangan, serta (kandang) khusus produksi pakan,” ujarnya.
“Kami hanya berharap langkah ini bisa menjadi percontohan, juga mendukung program ketahanan pangan,” imbuh Fardan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








