MOJOKERTO, Tugujatim.id – Ratusan pesilat berbaju serba hitam tampak menggeruduk kantor Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto pada Rabu (10/01/2024). Massa yang menggeruduk PN Mojokerto ini terdiri dari kalangan berbagai usia datang dari Perguruan Setia Hati Winongo (PSHW) Mojokerto Raya. Massa konvoi ini terlihat berangsur-angsur memadati ruas Jl RA Basoeni, Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Kedatangan massa dari PSHW ini terpantau sejak pukul 09.00 WIB. Massa yang mayoritas menggunakan kendaraan roda dua ini berasal dari wilayah Mojokerto Raya.
Secara bertahap, massa memadati area depan kantor PN Mojokerto. Selain memakai baju serba hitam, massa dari PSHW ini juga turut membawa sejumlah atribut, mulai dari bendera berlogo PSHW hingga syal.
Baca Juga: Hangat! 7 Desain Rumah Panggung Kayu Modern Terbaru dan Kekinian: Sejuk dan Homey Banget Bikin Betah
Berdasarkan pengamatan Tugu Jatim, sejumlah polisi menjaga ketat pergerakan massa dari PSHW ini. Polisi dari resor kabupaten dan kota diterjunkan guna menjaga kondusivitas pergerakan massa agar berjalan tertib.
Pergerakan massa yang menggeruduk kantor PN Mojokerto ini ditengarai sebagai wujud solidaritas dan dukungan moral. Aksi massa ini ditujukan kepada rekan seperguruan yang tengah menjalani proses peradilan.
Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis GPS Mobil Terbaik yang Harus Pengemudi Miliki: Tahan Air dengan Fitur Canggih
Hal tersebut berkaca pada peristiwa yang terjadi pada 30 Oktober 2023. Kala itu Satreskrim Polres Mojokerto Kota menangkap enam anggota PSHW Mojokerto Raya.
Penangkapan tersebut akibat dugaan penganiayaan terhadap 3 pesilat dari perguruan lain di Clangap, Mlirip, Jetis, Kabupaten Mojokerto. Sementara proses peradilan terhadap 6 anggota PSHW masih bergulir di PN Mojokerto.
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








