Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan dan Penggelapan Senilai Rp 48 Miliar - Tugujatim.id

Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan dan Penggelapan Senilai Rp 48 Miliar

  • Bagikan
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim dalam sesi konferensi persi ungkap kasus penipuan, penggelapan dan pencucian uang, Kamis (06/05/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan, penggelapan, dan pencucian uang senilai Rp 48 miliar. Terkait kasus ini, pihaknya meringkus LY (48) yang merupakan warga Tambaksari, Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menyatakan bahwa modus penipuan tersebut berkedok investasi dan pembebasan lahan yang terjadi di kawasan Osowilangun, Surabaya.

“Tempat kejadian perkara di Jalan Kusuma Bangsa dengan inisial LY, usia 48 tahun, alamat di Tambaksari Surabaya. Modus menawarkan investasi dan pembebasan lahan di kawasan Osowilangun Surabaya,” terangnya dalam sesi konferensi pers di Gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Kamis (06/05/2021).

Gatot menjelaskan bahwa korban menderita kerugian Rp 48 miliar secara bertahap sekitar 6-8 bulan. Modus yang dipakai LY yakni memberi cek, setelah diamati ternyata cek itu tidak bisa dicairkan.

“Sebelum uang ditransfer, tersangka LY memberikan cek kepada pelapor dan pada saat dicairkan ternyata cek tersebut ditolak oleh bank dengan alasan rekening ditutup,” imbuhnya.

Barang bukti yang ditemukan oleh Polda Jatim meliputi 7 lembar cek Bank BCA dan 7 lembar penolakan dari Bank BCA Cabang Pembantu Kusuma Bangsa Surabaya.

“Ada juga 1 bendel dokumen slip setoran bank, 5 bonggol cek Bank BCA atas nama Dpe Sun Bakery, 1 buah handphone merk Samsung S10+ yang digunakan untuk percakapan WhatsApp tentang penawaran pembebasan lahan,” bebernya.

Polda Jatim juga ikut mengamankan beberapa mobil mewah dari kasus ini. (Foto: Rangga Aji/Tugu Malang)
Polda Jatim juga ikut mengamankan beberapa mobil mewah dari kasus ini. (Foto: Rangga Aji/Tugu Malang)

Selain itu, 2 unit kendaraan roda 4 merk Toyota Fortuner VRZ Tahun 2020, 4 unit roda empat jenis Mercedes Benz, serta 3 unit mobil pickup. Ada juga barang yang disita seperti 6 buah jam tangan Rolex dan Frenck Muller.

“Serta 3 buah cincin Natural Blue Saphire dan uang tunai ada Rp 100 juta rupiah. Dikenakan Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP, Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010. Hukuman 4 tahun penjara dan 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Sebagai informasi, bersangkutan LY residivis 3 kali yakni 2005, 2006, 2008 sudah melakukan tindak pidana yang sama. Bahwa tersangka memiliki kepandaian dan bisa meyakinkan seseorang. Bisa mendekati dan tidak sadar, memberikan semua pada tersangka ini.

  • Bagikan