PPKM Jilid 1 Kabupaten Malang: Angka COVID-19 Turun, Angka Kematian Tinggi

  • Bagikan
Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu, Letkol Inf Yusub Dody Sandra saat dikonfirmasi oleh awak media terkait evaluasi PPKM di Kabupaten Malang, Selasa (26/1/2021) sore. (Foto: Rap/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu, Letkol Inf Yusub Dody Sandra saat dikonfirmasi oleh awak media terkait evaluasi PPKM di Kabupaten Malang, Selasa (26/1/2021) sore. (Foto: Rap/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Angka kematian akibat COVID-19 di Kabupaten Malang masih tinggi pada masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jilid 1 tanggal 11-25 Januari 2021 lalu. Meski demikian, sebenarnya PPKM jilid 1 terbilang efektif lantaran adanya tren penurunan kasus COVID-19.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu, Letkol Inf Yusub Dody Sandra usai menggelar rapat evaluasi PPKM Jilid 1 Kabupaten Malang di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (26/1/2021) siang.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Di Kabupaten Malang ini angka terkonfirmasi positif itu menurun, tapi angka kematian tinggi,” ungkapnya saat dikonfirmasi usai rapat evaluasi.

Memang jika berdasarkan data dari Dinas Kominfo Kabupaten Malang, jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 sejumlah 1.903 pasien. Dengan rincian 1.737 pasien sembuh dan 106 pasien meninggal dunia.

Oleh karena itulah, Kabupaten Malang harus melaksanakan PPKM kembali mulai hari ini sampai 08 Februari 2021.

“Kenapa PPKM ini diperpanjang lagi, karena virus Corona di tanah air ini terus mengalami peningkatan secara signifikan,” tegasnya.

“Indikasinya salah satunya adalah kasus terkonfirmasi terus naik, tingkat kematian juga tinggi. Dan dari 29 kabupaten/kota di 7 provinsi Jawa-Bali masuk zona merah,” sambungnya.

PPKM jilid 2 ini sendiri sudah sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat. Perbedaannya dengan PPKM jilid satu ini sendiri hanya pada aturan di pusat perbelanjaan atau mall.

“Untuk PPKM jilid satu dan dua itu sama aturannya, bendanya cuma di mall itu aturannya cuma sampai pukul 20.00 WIB,” ungkapnya.

Sebelumnya, aturan jam malam untuk mall atau pertokoan adalah pukul 19.00 WIB.

Sementara untuk keseluruhan aturan lainnya masih sama dengan saat PPKM Jilid 1 kemarin.

“Sementara semuanya sama, tentang peraturan di perkantoran work from home 75 persen. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Kemudian, sektor industri tetap beroperasi dengan protokol kesehatan,” jelasnya.

“Dan untuk moda transportasi diatur oleh tiap-tiap Pemerintah Daerah,” imbuhnya.

Terakhir, Yusub mengatakan jika TNI/Polri bersama Satpol PP dan stakeholder lainnya siap mengamankan PPKM jilid kedua ini. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyerah menghadapi pandemi global ini.

“Pada dasarnya kita TNI/Polri kemudian Satpol PP dan stakeholder yang lainnya siap melaksanakan PPKM Jilid 2. Kita harus tetap melaksanakan, jangan sampai loyo, kita harus tetap sinergi, jangan sampai lemah dan jangan putus asa melawan COVID-19,” ucapnya

“Kita bagaimanapun juga harus memenangkan COVID-19, apalagi sudah ada vaksin yang disiapkan pemerintah untuk disuntikkan pada kita,” pungkasnya. (rap/gg)

  • Bagikan