Tugujatim.id — Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei gugur dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).
Selain kematian Khamenei, serangan juga menimbulkan korban luas. Berdasarkan pelacak langsung yang dirilis Al Jazeera, lebih dari 200 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka di berbagai provinsi Iran akibat gelombang serangan udara.
Fasilitas militer dan infrastruktur strategis disebut menjadi sasaran utama. Namun hingga kini, belum ada rincian independen yang sepenuhnya memverifikasi seluruh angka korban tersebut.
Reaksi Publik Terpolarisasi
Kematian Khamenei memicu respons yang kontras di dalam negeri. Reuters melaporkan bahwa di sejumlah kota seperti Teheran dan Karaj, sebagian warga turun ke jalan merayakan kabar tersebut. Beberapa di antaranya menyalakan klakson kendaraan dan berkumpul secara spontan di ruang publik.
Namun di sisi lain, ribuan pendukung pemerintah terlihat menggelar doa bersama dan mengenakan pakaian hitam sebagai tanda berkabung. Media pemerintah menayangkan siaran khusus yang menyebut Khamenei sebagai “martir” dan korban agresi asing.
Menurut Reuters, seorang warga yang diwawancarai menggambarkan situasi sebagai “momen penuh harapan sekaligus ketakutan,” mencerminkan kekhawatiran akan ketidakpastian politik dan potensi instabilitas keamanan ke depan.
Proses Suksesi dan Stabilitas Internal
Perhatian kini tertuju pada proses suksesi kepemimpinan di Iran. Dalam laporan terpisah, Al Jazeera mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Iran yang menyebut bahwa pemimpin tertinggi baru kemungkinan dapat dipilih “dalam satu atau dua hari.”
Konstitusi Iran memberikan kewenangan kepada Majelis Ahli untuk menunjuk pemimpin tertinggi. Sejumlah laporan menyebut kemungkinan pembentukan Dewan Kepemimpinan sementara guna menjaga stabilitas negara hingga proses pemilihan selesai.
Langkah percepatan ini dinilai sebagai upaya meredam ketidakpastian politik di tengah konflik yang masih berlangsung.
Eskalasi Militer dan Reaksi Internasional
Tak lama setelah serangan, Iran dilaporkan meluncurkan serangan balasan berupa rudal dan drone ke sejumlah target yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan.
BBC dan The Guardian melaporkan bahwa ketegangan meningkat dengan cepat, meskipun rincian operasional dari masing-masing pihak masih terbatas.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menurut laporan penelusuran AFP yang dikutip Reuters, menyambut hilangnya Khamenei sebagai kesempatan bagi rakyat Iran untuk mengejar perubahan politik. Trump menulis di media sosial bahwa ini adalah “moment terbesar untuk masyarakat Iran mengambil kembali pemerintahan mereka”.
Sementara itu, otoritas militer Iran, khususnya Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), menyatakan akan memberikan “pembalasan paling menghancurkan” terhadap pihak yang mereka sebut sebagai “pembunuh” pemimpin mereka, menurut laporan gabungan media internasional.
Di tingkat internasional, beberapa negara menyampaikan keprihatinan terhadap potensi meluasnya konflik. Sejumlah analis yang dikutip Reuters menilai peristiwa ini dapat mengubah lanskap keamanan Timur Tengah, terutama jika konfrontasi langsung antara Iran dan Israel terus berlanjut.
Beberapa negara di Timur Tengah dan dunia menyatakan kekhawatiran terhadap potensi konflik yang terus meluas. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi bersama dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai respons kolektif terhadap perkembangan terbaru tersebut.
Ketidakpastian ke Depan
Analis konflik menilai bahwa peristiwa ini bisa mengubah dinamika politik dan keamanan regional, khususnya dalam hubungan antara Iran, negara-negara Teluk, serta Amerika Serikat dan Israel.
Ancaman terhadap rute pelayaran strategis seperti Selat Hormuz juga dinyatakan menjadi titik tekanan tambahan terhadap pasokan minyak global, meskipun data resmi tentang dampak ekonominya masih terbatas
Kematian Khamenei menandai titik balik penting dalam sejarah politik Iran modern. Di dalam negeri, polarisasi publik terlihat nyata.
Di luar negeri, risiko eskalasi konflik regional menjadi perhatian utama. Media internasional masih terus memantau perkembangan situasi, termasuk proses suksesi kepemimpinan Iran dan dinamika militer antara Iran, Amerika Serikat, serta Israel dalam beberapa hari ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Maulida N/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko








