JEMBER, Tugujatim.id – Momen Bulan Suci Ramadan menjadi pemantik lahirnya gerakan masyarakat dalam memberantas miras dan narkoba di Kabupaten Jember.
Sebuah kelompok masyarakat yang menamakan diri Masyarakat Peduli Jember (MPJ) menggelar aksi tuntutan pada Senin (16/2/2026) malam.
Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember segera mengambil langkah tegas terhadap peredaran minuman keras dan usaha-usaha yang beroperasi tanpa dokumen perizinan yang sah.
Koordinator aksi, Muhammad Umar, menyampaikan bahwa tuntutan pokok mereka adalah penegakan Peraturan Daerah tentang pengendalian minuman beralkohol yang selama ini dinilai belum dijalankan secara optimal.
Ia menegaskan bahwa seluruh toko penjual miras yang tidak memiliki legalitas resmi wajib ditutup, bukan hanya selama Ramadan, melainkan secara permanen.
Umar juga mengungkap bahwa berdasarkan penelusuran mereka, tidak satu pun izin penjualan minuman beralkohol yang tercatat di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Kondisi ini, menurutnya, secara otomatis menjadikan seluruh gerai tersebut beroperasi secara ilegal dan harus segera ditertibkan.
Selain persoalan miras, massa juga menyuarakan keprihatinan mendalam atas meluasnya penyalahgunaan narkoba di wilayah Jember. Yang paling mengkhawatirkan, fenomena ini disebut mulai menyentuh kalangan pelajar tingkat SMP hingga lingkungan pesantren dan sekolah berbasis agama.
Mereka mencatat setidaknya lebih dari 30 titik rawan peredaran narkoba yang tersebar di berbagai penjuru kabupaten.
Umar juga mengingatkan aparat keamanan, termasuk TNI dan Polri, agar tidak ada yang memberikan perlindungan kepada para pelaku peredaran gelap. Ia menilai praktik semacam itu dapat menggerogoti wibawa dan kedaulatan negara.
MPJ mengaku upaya dialog dan pendekatan persuasif kepada berbagai pihak telah mereka tempuh selama hampir satu tahun terakhir, namun hasilnya belum menunjukkan perubahan yang berarti. Aksi turun ke jalan ini pun menjadi bentuk desakan terakhir agar hukum benar-benar ditegakkan tanpa kompromi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








