Resmikan Perkuliahan Model RPL Desa, Menteri Abdul Halim dan Bupati Bojonegoro Kerja Sama dengan Unesa - Tugujatim.id

Resmikan Perkuliahan Model RPL Desa, Menteri Abdul Halim dan Bupati Bojonegoro Kerja Sama dengan Unesa

  • Bagikan
RPL Desa. (Foto: Kominfo Bojonegoro/Tugu Jatim)
Peresmian kegiatan perkuliahan RPL Desa di Unesa Surabaya, Rabu (30/03/2022). (Foto: Kominfo Bojonegoro)

SURABAYA, Tugujatim.id – Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, serta Rektor Unesa Surabaya Prof Dr Nurhasan meresmikan sekaligus memulai kegiatan perkuliahan mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Desa di Graha Unesa, Rabu (30/03/2022). Rektor Unesa Prof Dr Nurhasan mengatakan, para mahasiswa harus tangguh, berani berkreasi, berinovasi, dan segera berkolaborasi pada kompetensi yang dimiliki desa masing-masing melalui RPL Desa ini.

“Siapa yang mampu beradaptasi di daerah ini, dialah yang akan jadi pemenang. Ini adalah peluang dan kesempatan. Saudara-saudara harus bangga pada bupati yang luar biasa ini. Semua itu adalah perjuangan kita bersama sesuai dengan harapan presiden kita untuk meningkatkan SDM. Dan SDM ke depan pada 2045, kita akan menjadi negara yang luar biasa di dunia,” katanya.

Untuk total mahasiswa RPL Desa di Unesa sebanyak 619 orang. Di antaranya, jurusan administrasi negara 291 mahasiswa, manajemen (98 orang), sosiologi (75 orang), pendidikan luar sekolah (29 orang), dan akuntansi (126 orang).

Sementara itu, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar menuturkan, sudah melapor ke Presiden Jokowi bahwa Kementerian Desa bekerja sama dengan Unesa, UNY, dan Pemkab Bojonegoro melakukan perkuliahan dengan pendekatan RPL Desa.

“Ini bagian penting sebagai upaya untuk percepatan pembangunan desa-desa di Indonesia. Kami bermitra dengan tokoh-tokoh yang hebat, cerdas, dan tangkas. Yaitu, rektor UNY, rektor Unesa, dan bupati Bojonegoro. Mereka adalah tokoh-tokoh yang cerdas, tangkas, dan cepat di dalam mengambil keputusan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah dalam kesempatan itu menjelaskan, RPL Desa sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Bojonegoro pada 2018-2023, yaitu menjadikan Kabupaten Bojonegoro sebagai sumber ekonomi kerakyatan dan sosial budaya lokal. Hal itu untuk terwujudnya masyarakat yang beriman, sejahtera, dan berdaya saing.

RPL Desa. (Foto: Kominfo Bojonegoro/Tugu Jatim)
Suasana peresmian kegiatan perkuliahan RPL Desa di Unesa Surabaya, Rabu (30/03/2022). (Foto: Kominfo Bojonegoro)

Untuk misi kedua, yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab. Dan misi ketiga yaitu mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Dia melanjutkan, Pemkab Bojonegoro memiliki program beasiswa khusus bagi warga. Pada 2021, Pemkab Bojonegoro melalui dinas pendidikan telah mengalokasikan anggaran untuk pendanaan beasiswa pendidikan sebesar Rp39,5 miliar.

Dia menjelaskan, dana yang dipakai berasal dari APBD yang meliputi Beasiswa Scientist dengan alokasi anggaran Rp11,62 miliar untuk 81 mahasiswa. Beasiswa Satu Desa Dua Sarjana alokasi anggaran Rp18,03 miliar untuk 1.803 mahasiswa dan beasiswa bantuan semester akhir alokasi anggarannya Rp3,75 miliar untuk 1.500 mahasiswa.

Program beasiswa Bojonegoro akan dilakukan harmonisasi dan kolaborasi dengan program RPL Desa sehingga para perangkat desa mulai dari kepala desa, perangkat desa, pendamping desa, badan permusyawaratan desa, maupun pengurus BUMDes bersama memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi meraih gelar akademik.

“Program beasiswa tersebut merupakan wujud komitmen Pemkab Bojonegoro yaitu dengan jargonnya, Ngayomi dan Ngopeni untuk warga Bojonegoro dalam memperoleh pendidikan,” imbuh Bupati Anna.

Dalam pemaparannya, berdasarkan data menunjukkan bahwa ada 5.379 pemerintahan desa yang lulusan SMA terdiri dari 254 kepala desa, 123 sekretaris desa, 260 kasi kesejahteraan, 262 kasi pemerintahan, 262 kasi pelayanan, 247 kaur umum, 147 kaur perencanaan, 239 kaur keuangan, 855 orang kepala dusun, 1.393 dari BPD, dan 1.337 orang pengurus BUMDesa.

“Totalnya 5.379 orang yang semuanya ini sesuai dengan fakultas yang diambil yang akan menjadi agen perubahan di dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, bertanggung jawab, serta akuntabel. Selain itu, mewujudkan Pemkab Bojonegoro dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ucapnya.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan