JAKARTA, Tugujatim.id – Ribuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam sebuah forum kepemudaan bertajuk RISE 2025. Mereka datang bukan untuk sekadar pintar bicara, tapi untuk belajar jadi pemimpin yang punya empati dan karakter kuat.
RISE 2025 digelar secara hybrid di Paragon Community Hub, Jakarta, Sabtu (26/07/2025). Kegiatan ini diikuti lebih dari 700 pelajar tingkat SMP hingga SMA/SMK/MA. Forum ini menjadi ajang bertukar pengalaman sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa kepemimpinan masa kini tidak cukup hanya bermodal kecerdasan.
Baca Juga: Kisah Pendiri Wardah “Mengusahakan Pertolongan Ilahi” Tayang di YouTube
RISE sendiri merupakan singkatan dari Reconnect Internally & Share the Empathy. Acara ini diinisiasi oleh Forum OSIS Nasional (FON), Ruber Academy, dan ParagonCorp. Lewat forum ini, para peserta diajak melihat kepemimpinan dari sisi yang lebih dalam: mulai dari mengenal diri sendiri, berani berbagi rasa, sampai melawan budaya perundungan yang masih marak di sekolah.
CEO NSEI ParagonCorp Salman Subakat menyampaikan bahwa kepemimpinan yang berdampak lahir dari dalam diri. ParagonCorp mengedepankan lima prinsip hidup dalam kepemimpinan, mulai dari nilai religius, empati, sikap rendah hati, ketangguhan, hingga kreativitas dalam berinovasi.
“Teknis itu bisa dipelajari. Tapi karakter dan empati itu butuh proses dari dalam. Kami ingin anak-anak muda jadi pemimpin yang bukan cuma pintar, tapi juga peduli dan bisa jadi tempat aman bagi orang lain,” jelas Salman di hadapan peserta.
Mirror Talk Hadirkan Narsum Muda Berbakat
Salah satu sesi yang paling menyentuh adalah “Mirror Talk”. Sesi ini menghadirkan tiga narasumber muda, yakni Hazrat Ayesha Radheya dari ParagonCorp, Alfin Dwi N dari Kemenpora RI, dan Azzahra Putri Santi, mahasiswa berprestasi IPB.
Mereka berbagi soal pentingnya self-awareness dan self-empathy. Bahwa sebelum mampu memahami orang lain, seseorang harus lebih dulu berdamai dan peduli pada dirinya sendiri.
Selain itu, peserta juga diajak menonton film pendek “Mengusahakan Pertolongan Ilahi”, yang mengangkat kisah hidup Nurhayati Subakat—pendiri ParagonCorp dan sosok di balik kesuksesan Wardah. Film ini mengajak peserta merenungi kekuatan doa, kerja keras, dan makna menyerahkan segala proses kepada Tuhan.
Menurut Hazrat Ayesha, RISE 2025 adalah bagian dari gerakan besar ParagonCorp yang dikenal dengan semangat #ParaGoNation. Perusahaan ini sejak awal memang menaruh perhatian pada pembentukan karakter anak muda.
“Kami percaya perubahan itu dimulai dari anak muda yang kenal potensi dan nilainya. Melalui RISE, kami ingin semangat itu menular ke banyak sekolah dan komunitas,” tuturnya.
RISE 2025 bukan sekadar forum. Ini menjadi ruang bertumbuh bagi generasi muda Indonesia—agar kelak, ketika memimpin, mereka tak hanya kuat secara ide, tapi juga lembut dalam hati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








