Saat Aksi May Day, Koordinator PMII Unair: Kesejahteraan Buruh Makin Ditinggalkan! - Tugujatim.id

Saat Aksi May Day, Koordinator PMII Unair: Kesejahteraan Buruh Makin Ditinggalkan!

  • Bagikan
Dalam memperingati Hari Buruh Nasional atau May Day, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya juga turut hadir menyuarakan aksi di depan Disnaker Provinsi Jatim, Sabtu (01/05/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Dalam memperingati Hari Buruh Nasional atau May Day, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya juga turut hadir menyuarakan aksi di depan Disnaker Provinsi Jatim, Sabtu (01/05/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Selain barisan serikat pekerja atau buruh seperti Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Jatim, serikat tingkat federasi, yakni SBK, SP Pionir, SBJR, dan lain-lain, organisasi ekstra parlemen mahasiswa PMII juga turut meramaikan aksi di Hari Buruh Nasional atau May Day pada Sabtu (01/05/2021).

Salah satunya, Koordinator Aksi May Day dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berinisial SAM menegaskan bahwa UU Omnibuslaw membuat kebijakan tentang kesejahteraan buruh makin ditinggalkan.

“Adanya UU Omnibuslaw ini kebijakan-kebijakan tentang kesejahteraan buruh semakin ditinggalkan alias dikurangi, misalkan seperti liburan cuti, kebijakannya dipangkas,” terang mahasiswa angkatan 2018 Jurusan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Unair, saat ditemui Tugu Jatim.

Selain itu, SAM juga menyampaikan tuntutannya atas aksi yang digelorakan oleh pihaknya dalam peringatan May Day agar seluruh buruh lebih disejahterakan, difasilitasi, jangan sampai tidak memperoleh pesangon dan mendapat PHK dengan semena-mena.

“Gerakan yang kami angkat, yakni tuntutannya agar para buruh di seluruh Indonesia dapat terfasilitasi lagi, apalagi masa pandemi Covid-19 ini karena UU Omnibuslaw, banyak buruh di-PHK dan tidak mendapatkan pesangon,” jelasnya.

Dalam gelar aksi ini, SAM menjelaskan, ada sekitar 7 delegasi aksi dari PMII Unair, masing-masing dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Vokasi dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Untuk status angkatannya beragam, mulai dari semester 2-8.

SAM juga menitipkan harapannya pada Tugu Jatim untuk dibantu menyuarakan bahwa ingin pemerintah mendengarkan suara hati dari aksi yang dilakukan buruh, jangan hanya melayani investor. Tapi, buruh dan rakyat juga perlu dilayani, disejahterakan sebaik mungkin.

“Harapannya, agar pemerintah mendengarkan suara kami, melaksanakan yang kami inginkan dan tidak semena-mena atas permintaan investor saja yang dituruti. Rakyat juga perlu dituruti,” ujarnya.

  • Bagikan