• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kampung Wisata Arek Suroboyo.

Para aktivis dan seniman foto bersama usai sarasehan budaya menciptakan Festival Seni Kampung Wisata Arek Suroboyo di Gedung Dewan Kesenian Kota Surabaya, Minggu (21/05/2023). (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

Seniman dan Aktivis Bakal Bentuk Kampung Wisata Arek Suroboyo, Usung Konsep Seni dan Budaya

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Para aktivis dan seniman berkumpul melalui kegiatan sarasehan budaya menciptakan Festival Seni Kampung Wisata Arek Suroboyo di Gedung Dewan Kesenian Kota Surabaya, Minggu (21/05/2023).

Kumpulan ini dibentuk untuk kesepakatan wacana pembentukan Kampung Wisata Arek Suroboyo yang menargetkan anak-anak untuk mempelajari dan melestarikan budaya kesenian. Kegiatan tersebut akan berpusat di Dupak Bangunrejo 1, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan.

You might also like

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

21/07/2026 11:17 AM
Eksfoliasi

7 Kandungan dalam Moisturizer yang Dapat Membantu Menenangkan Kulit setelah Eksfoliasi

17/07/2026 3:30 PM
Seniman Surabaya.
Suasana sarasehan budaya di Gedung Dewan Kesenian Kota Surabaya, Minggu (21/05/2023). (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

“Kami bersama sepakat akan membuat ruang publik di kampung-kampung sekecil apa pun. Fungsinya sebagai ruang bersama, manusia sebagai makhluk sosial tidak tercerabut. Hari ini kami melihat perkembangan masyarakat kota banyak yang menjadi egois dan individualis,” kata pria yang akrab disapa Kang Memet, koordinator Sanggar Seni Omah Dhuwur sekaligus penggagas Kampung Wisata Arek Suroboyo.

Rencananya, Kampung Wisata Arek Suroboyo akan ditampilkan dalam budaya berkomunikasi secara langsung. Selain itu, anak-anak juga lebih banyak dikenalkan dengan permainan tradisional daripada permainan di gadget.

Kampung Wisata di Surabaya.
Para peserta sarasehan budaya di Gedung Dewan Kesenian Kota Surabaya, Minggu (21/05/2023). (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

“Ruang pertemuan itu biar punya nilai yang positif, yang dilakukan adalah ngobrol. Salah satunya dengan menggagas, melestarikan, dan menghidupi seni-seni tradisi yang mungkin sudah ada sebelumnya. Kalau nggak ada gimana? Ya ayo menggali lagi seni tradisinya. Berupa apa? Dolanan, seni pertunjukan, dan kearifan lokal lainnya,” bebernya.

Selain itu, dengan menciptakan sebuah kampung kesenian, maka akan menjadi satu memori kolektif khusus untuk pemahaman generasi ke depan.

“Sampai hari ini ada, kami perlu mendokumentasikan potensi dan kearifan lokalnya karena tutur kami terbatas. Karena itu, dokumentasi ini penting dan harus dilakukan,” tuturnya.

Kendati demikian, pembentukan Kampung Wisata Arek Suroboyo juga tidak semudah mengembalikan telapak tangan. Butuh sinergitas antara elemen komunitas, organisasi, LSM, hingga pemerintah kota.

“Tantangannya sampai hari ini, pemerintah atau seniman belum memandang bahwa gerakan di kampung itu menjadi satu persoalan yang harus dibicarakan lebih lanjut. Beda lagi kalau di Jogja, budaya pinggir kali iku wes dadi persoalan yang harus dibicarakan,” bebernya.

Semut, sapaan akrabnya, mengatakan persoalan hari ini yakni terkait melibatkan anak dalam sebuah ruang Kampung Wisata bukanlah bentuk eksploitasi, tapi bentuk pelestarian budaya.

“Hari ini, kami dilematis. Persoalannya, melibatkan anak itu dengan konsep dasarnya bahagia dan kesenangan. Kalau mereka senang, kami tidak ada pihak lain yang mencoba mendominasi. Kalau kami memaksa, ya artinya kami eksploitasi. Selama kami melakukan kepentingan bersama, mutuliasme itu siklus alam,” tuturnya.

Terpisah, aktivis Kampung Seni Tambak Bayan Suseo Karja mengatakan, program pembentukan Kampung Wisata Arek Suroboyo yang disepakati oleh para seniman dan hakim itu merupakan bentuk representatif ide yang harus dikerjakan.

“Saya kira bagus karena ide-ide dari bawah yang harusnya didukung oleh pemerintah. Ini kan melestarikan budaya bukan eksploitasi. Sementara ini kalau mendukung budaya luar itu gampang sekali, tapi bangsa sendiri susah,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, selama ini respons pemerintah kota terhadap pembentukan Kampung Wisata dinilai kurang. Jadi, perlu sinergitas antar komunitas dan organisasi supaya tetap tidak stuck.

“Tantangannya akan semakin berat kalau pemerintah tidak mendukung. Nah, dukungan dari teman-teman komunitas itu sepertinya lebih banyak mendukung daripada pemerintah,” ujarnya.

Tags: Aktivis di SurabayaAktivis SurabayaBerita Kota Surabaya hari iniFestival Seni Kampung Wisata Arek SuroboyoKota Surabaya hari iniSarasehan Budaya di SurabayaSeniman di SurabayaSeniman Surabaya
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Eksfoliasi

7 Kandungan dalam Moisturizer yang Dapat Membantu Menenangkan Kulit setelah Eksfoliasi

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 3:30 PM
0

Tugujatim.id - Melakukan eksfoliasi menjadi salah satu langkah perawatan kulit untuk membantu mengangkat sel kulit mati sehingga wajah terasa lebih...

Oversized Outfit

Cara Memakai Oversized Outfit agar Tetap Terlihat Proporsional

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 2:45 PM
0

Tugujatim.id – Oversized Outfit kini menjadi salah satu gaya fashion yang banyak dipilih karena menawarkan tampilan stylish sekaligus nyaman untuk...

Outfit Timeless

15 Fashion Item Outfit Timeless yang Tidak Pernah Ketinggalan Zaman

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 3:46 PM
0

Tugujatim.id – Outfit timeless memang nggak pernah kehilangan pesonanya. Di saat tren fashion datang dan pergi begitu cepat, justru gaya...

Next Post
Motor maut.

Adu Motor Maut, 2 Pemuda di Tuban Tewas Luka Parah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID