JOMBANG, Tugujatim.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf bicara blak-blakan mengenai alasan penunjukan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan Agustus 2026 mendatang.
“Secara pribadi saya sangat bahagia. Penetapan Tambakberas sebagai lokasi Muktamar menjadi harapan besar warga Nahdliyin,” kata Gus Yahya, sapaan akrab pria tersebut, saat berkunjung ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada Minggu (12/07/2026).
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa keinginan menggelar muktamar di lingkungan pesantren yang punya kedekatan historis dengan para muasis NU sudah lama disuarakan oleh jemaah. Pondok Pesantren Tambakberas dipilih pun bukan tanpa alasan.
Pesantren ini dikenal sebagai basis perjuangan KH Wahab Chasbullah, salah satu tokoh sentral pendiri NU. Nilai sejarah inilah yang membuat Gus Yahya berharap gelaran muktamar nanti tak hanya sukses secara teknis dan organisasi, tetapi juga diselimuti keberkahan dari para ulama pendahulu.
“Semoga muktamar nanti berjalan lancar, menghasilkan keputusan-keputusan terbaik, membawa kemaslahatan bagi NU, bangsa Indonesia, agama, dan kemanusiaan,” tuturnya penuh harap.
Kunjungan rombongan Gus Yahya disambut hangat oleh keluarga besar pesantren, termasuk dzuriyah pendiri NU, KH Wahab Chasbullah. Suasana kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan ikatan historis yang panjang antara PBNU dan Pesantren Tambakberas.
Baca Juga : Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35, Pesantren Tambakberas Jombang Sulap Gedung Madrasah Jadi Penginapan
Gus Yahya Bakal Maju Lagi
Ia pun mengaku bakal mencalonkan diri lagi menjadi calon Ketua Umum PBNU. Alasannya, masih ada janji dan rencana strategis organisasi yang belum terwujud selama ia menjabat.
“Saya dulu maju dengan membawa janji-janji. Namun, karena kondisi, ada beberapa hal yang belum terwujud,” ucap dia.
Ia pun menganggap janji yang belum terwujud tersebut sebagai utang sekaligus tanggung jawab moral dan meminta untuk melunasinya.
Kunjungan Sempat Tertunda karena Tugas Kenegaraan ke Iran
Di sela kunjungan, Gus Yahya juga membeberkan alasan mengapa silaturahmi ini baru terlaksana sekarang. Rencana awal, ia hendak berkunjung pada Kamis pekan lalu.
“Namun, terpaksa mundur karena mendapat penugasan mendadak untuk mendampingi delegasi resmi pemerintah Indonesia ke Iran,” terang dia.
Delegasi yang dipimpin Menteri Luar Negeri RI bersama Ketua MPR RI tersebut berangkat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ayatullah Ali Khamenei di Mashhad.
Selama di sana, rombongan Indonesia turut bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Galibaf. Muktamar NU, Berita Muktamar NU, Gus Yahya, Berita Gus Yahya, Kabupaten Jombang, Berita Kabupaten Jombang, Berita Kabupaten Jombang hari ini,
Pertemuan itu menjadi ruang bagi Indonesia untuk menyampaikan dua hal sekaligus, yakni pesan perdamaian dan ungkapan belasungkawa atas nama pemerintah serta rakyat Indonesia.
Gus Yahya mengaku turut menyampaikan duka cita atas nama warga NU. Ia juga menegaskan bahwa sejak konflik pecah, jutaan warga Nahdliyin tak henti memanjatkan doa bersama dan menggelar istigasah demi terciptanya perdamaian dunia.
“Sikap Indonesia ini disambut baik oleh pemerintah Iran,” tutup dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Anang Panca Kurniawan
Editor: Mochamad Abdurrochim








