MOJOKERTO, Tugujatim.id – Ekskavasi Candi Brahu Mojokerto sejatinya telah rampung pada Rabu (28/05/2025). Sementara, hasil ekskavasi tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur ini menunjukkan beberapa temuan, seperti struktur pagar keliling pada sisi selatan candi. Nantinya, kemungkinan besar candi tersebut akan diekskavasi lagi.
Peneliti sekaligus arkeolog BPK Wilayah XI Jatim Muhammad Ichwan mengatakan, ekskavasi yang telah rampung tidak berarti mandeknya penelitian terhadap Candi Brahu Mojokerto. Bahkan, candi yang berlokasi di Bejijong, Trowulan, Kabupaten Mojokerto, ini menjadi salah satu candi prioritas untuk diteliti lebih lanjut.
Baca Juga: Ini Bukti Pendukung Candi Brahu Mojokerto Sebagai Bangunan Suci Keagamaan
“Ada lanjutan insyaa Allah. Nanti kami berkabar lagi,” ungkap Ichwan, Rabu (04/06/2025).
Ichwan melanjutkan, pihaknya kini masih mengevaluasi dari ekskavasi sebelumnya. Sementara, hasil temuan ekskavasi menunjukkan bahwa terdapat struktur bata merah kuno sepanjang sekira 20 meter. Struktur ini diduga kuat sebagai pagar keliling candi.
“Hasil ekskavasi kami jadikan bahan diskusi dan evaluasi, sambil nanti dikembangkan untuk keperluan penelitian selanjutnya,” tandas Ichwan.
Struktur Bangunan Candi
Sebagai informasi, Candi Brahu Mojokerto merupakan sebuah bangunan dengan denah persegi dengan ukuran sekira 20,7 meter x 20,7 meter. Bangunan candi ini terdiri dari kaki, tubuh dan atap. Kaki Candi Brahu tampak polos tanpa hiasan. Sementara tubuh candi memiliki ukuran 10,5 meter x 10 meter dengan tinggi 9,6 meter dan mempunyai banyak penampil pada dinding.
Candi Brahu juga mempunyai bilik yang bagian dalam atasnya berbentuk piramida. Lalu, terdapat pula bagian bilik berukuran 4 meter x 4 meter menghadap ke barat sehingga penampil lebih menjorok daripada sisi-sisi lainnya. Bagian tubuh Candi Brahu sebagian merupakan susunan bata baru yang dipasang pada masa pemerintahan Belanda silam.
Laman BPK XI menyebutkan bahwa hasil analisa menunjukkan pertanggaan radio carbon arang pada Candi Brahu berasal dari masa antara tahun 1410 hingga 1646. Candi Brahu memiliki anak tangga yang terletak pada sisi barat yang digunakan sebagai akses menuju selasar candi.
Sementara antara selasar dengan bilik tidak terdapat akses tangga naik. Atap Candi Brahu memiliki ukuran tinggi sekira 6 meter. Lalu, pada bagian timur laut memperlihatkan menara sudut dengan denah lingkaran berbentuk menyerupai bagian stupa. Selain itu, juga ditemukan sebuah struktur bata kuno yang berada pada barat daya Candi Brahu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








