MOJOKERTO, Tugujatim.id – Mojokerto dikenal sebagai kota kecil dengan sejarah besar. Di balik suasananya yang tenang, ada situs sejarah Mojokerto yang tidak bisa kamu lewatkan.
Kota ini menyimpan jejak peradaban kuno yang luar biasa, terutama dari masa Kerajaan Majapahit. Jika kamu suka eksplorasi budaya atau ingin mengenal lebih dekat akar sejarah Nusantara, ada banyak situs sejarah Mojokerto yang patut masuk dalam daftar kunjunganmu. Mulai dari Candi Tikus, Kolam Segaran, Candi Bajang Ratu, Candi Wringin Lawang, Candi Brahu, Candi Minak Jinggo, dan Candi Jedong.
Baca Juga: Lokasi Candi Gentong, Situs Bersejarah di Trowulan
Selain itu, ada Candi Jolotundo, Candi Selokelir, Situs Siti Inggil, Pendopo Agung Trowulan, Museum Majapahit (Museum Trowulan), Maha Vihara Majapahit, Situs Petirtaan Belahan, dan Situs Petirtaan Jolotundo.
Deretan Situs Sejarah Mojokerto Wajib Dikunjungi
Berikut 15 situs sejarah Mojokerto paling terkenal, mulai dari candi, kolam kuno, hingga museum peninggalan kerajaan. Semuanya menghadirkan pengalaman edukatif dan suasana yang memikat.
1. Candi Tikus
Terletak di Dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Candi Tikus adalah kompleks pemandian kerajaan yang ditemukan tahun 1914 dan dipugar pada 1984–1985. Struktur candi ini sangat unik dengan kolam di tengah dan ornamen menyerupai menara kecil.
Namanya berasal dari banyaknya tikus yang ditemukan saat pertama kali digali. Kini, Candi Tikus menjadi salah satu situs sejarah Mojokerto yang paling sering dikunjungi wisatawan.
2. Kolam Segaran
Kolam ini bukan kolam biasa. Dengan ukuran 375 x 175 meter, Kolam Segaran merupakan kolam kuno terbesar di Indonesia. Diperkirakan digunakan keluarga kerajaan Majapahit untuk bersantai dan menjamu tamu. Lokasinya ada di Desa Trowulan, dan sangat menarik untuk dikunjungi, terutama saat sore hari.
3. Candi Bajang Ratu
Masih berada di kawasan Trowulan, Candi Bajang Ratu adalah gapura megah setinggi 16,5 meter yang diyakini sebagai pintu masuk ke kompleks kerajaan Majapahit. Terbuat dari bata merah dengan ukiran halus, candi ini menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu yang masih berdiri tegak hingga kini.
4. Candi Wringin Lawang
Situs sejarah Mojokerto lainnya yang tak kalah ikonik adalah Candi Wringin Lawang. Berbentuk gapura bentar setinggi 15,5 meter, bangunan ini diperkirakan menjadi gerbang utama menuju istana Majapahit. Lokasinya berada di Desa Jati Pasar, Trowulan, dan masih terjaga dengan sangat baik.
5. Candi Brahu
Candi bercorak Buddha ini terletak di Dusun Bejijong, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. Candi Brahu berasal dari abad ke-15 Masehi dan dikelilingi taman hijau serta gazebo yang nyaman untuk bersantai. Candi ini cocok dijadikan spot wisata sejarah sekaligus tempat berfoto yang estetik.
6. Candi Minak Jinggo
Sedikit berbeda dari candi lainnya, Candi Minak Jinggo memadukan material batu andesit dan bata merah. Di situs ini ditemukan pula arca Mahakala dan Garuda. Lokasinya masih di wilayah Trowulan, menjadikannya bagian penting dari kompleks situs sejarah Mojokerto.
7. Candi Jedong
Beralih ke Kecamatan Ngoro, Candi Jedong adalah bangunan dari abad ke-14 yang relatif jarang diketahui wisatawan. Berlokasi di Kelurahan Lolawang, candi ini terkenal karena orisinalitas struktur batunya yang masih utuh dan belum banyak tersentuh renovasi besar.
8. Candi Jolotundo
Terletak di area hutan Kecamatan Trawas, Candi Jolotundo adalah petirtaan kuno dengan mata air alami yang dipercaya memiliki khasiat kesehatan dan spiritual. Suasananya sejuk, tenang, dan sangat cocok bagi kamu yang ingin meditasi atau sekadar menyegarkan diri dari hiruk-pikuk kota.
9. Candi Selokelir
Candi ini berada di lereng Gunung Penanggungan pada ketinggian 760 mdpl. Candi Selokelir dibangun sekitar abad ke-11 hingga ke-12 Masehi dan memperlihatkan gaya arsitektur Hindu pra-Majapahit. Meskipun cukup menantang untuk dicapai, pemandangan di sekitarnya sebanding dengan usaha yang dikeluarkan.
10. Situs Siti Inggil
Dikenal sebagai situs petirtaan untuk kalangan bangsawan Majapahit, Situs Siti Inggil memiliki arsitektur dengan pengaruh kuat dari agama Hindu dan Buddha. Tempat ini masih menyisakan struktur dasar dari tempat mandi serta saluran airnya.
Baca Juga: Candi Jolotundo Mojokerto: Sejarah, Lokasi, dan Daya Tarik
11. Pendopo Agung Trowulan
Dibangun pada 1964 hingga 1973 di atas area bekas pendopo kerajaan, Pendopo Agung Trowulan dipercaya sebagai lokasi Mahapatih Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa. Kini tempat ini sering digunakan untuk upacara budaya dan kunjungan wisata edukatif.
12. Museum Majapahit (Museum Trowulan)
Bagi yang ingin melihat lebih banyak benda peninggalan sejarah, Museum Majapahit di Dusun Unggahan, Desa Trowulan, adalah tempat wajib. Museum ini menyimpan ribuan artefak seperti koin emas, keramik asing, guci, dan sisa struktur bangunan kuno dari sekitar wilayah Trowulan.
13. Maha Vihara Majapahit
Situs ini menampilkan patung Buddha tidur terbesar di Indonesia dan ketiga terbesar di Asia Tenggara. Berada di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Maha Vihara Majapahit adalah tempat ibadah umat Buddha sekaligus destinasi spiritual yang terbuka untuk umum.
14. Situs Petirtaan Belahan
Terletak di lereng Gunung Penanggungan, Situs Petirtaan Belahan menampilkan keunikan arsitektur dengan dua patung Dewi Sri dan Dewi Laksmi yang memancarkan air dari payudaranya. Petirtaan ini dipercaya memiliki nilai simbolis dan spiritual tinggi sejak zaman kerajaan.
15. Situs Petirtaan Jolotundo
Tak jauh dari Belahan, Situs Petirtaan Jolotundo juga berada di lereng Gunung Penanggungan. Dibangun pada masa Raja Udayana dari Bali sekitar abad ke-10, tempat ini masih digunakan hingga kini untuk berbagai ritual budaya dan keagamaan.
Menyusuri Jejak Sejarah di Mojokerto
Mojokerto bukan hanya kota penyangga Surabaya, tapi juga salah satu pusat peradaban Nusantara di masa lampau. Deretan situs sejarah Mojokerto ini membuktikan betapa kayanya warisan budaya yang bisa kita pelajari dan lestarikan.
Bagi pencinta sejarah, pelajar, atau sekadar pencari pengalaman baru, mengunjungi situs-situs ini bisa memberikan perspektif yang lebih dalam tentang kejayaan Majapahit dan peradaban Jawa Kuno. Jadi, kapan terakhir kali kamu menyentuh langsung sejarah?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Muhammad In’am Chairuzzidan Anwar/Magang
Editor: Dwi Lindawati







