JEMBER, Tugujatim.id – Stok beras Jember dapat memenuhi kebutuhan hingga tahun depan.
Kepala Perum Bulog Jember, Muhammad Ade Saputra memastikan pasokan beras di wilayah Jember dalam kondisi sangat aman menjelang bulan Ramadan 2025.
Stok beras yang tersimpan di gudang Bulog saat ini mencapai 82.000 ton, diprediksi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun depan.
“Untuk stok kami saat ini bisa dikategorikan relatif sangat aman. Karena yang masih ada di gudang Bulog itu sebanyak 82.000 ton. Jadi kalau untuk kegiatan HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) tentunya itu sudah bisa dipastikan aman untuk sampai tahun depan,” ujar Muhammad Ade Saputra pada Senin (19/1/2026).
Terkait prediksi harga beras menjelang Ramadhan, Kepala Bulog Jember mengakui biasanya terjadi kenaikan harga mendekati bulan suci. Namun, kenaikan tersebut masih dalam kondisi terukur dan terkendali.
Berdasarkan pantauan di beberapa pasar tradisional seperti Pasar Tanjung dan Pasar Patrang, harga beras premium saat ini berada di kisaran Rp13.400 hingga Rp13.500 per kilogram.
“Kalau dari prediksi itu kan biasanya kalau untuk kondisi harga di pasaran itu mendekati Ramadan itu pasti ada kenaikan. Cuma kan masih bisa terukur lah sama kita,” jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasaran, Bulog Jember akan melaksanakan operasi pasar melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan ini akan dilakukan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember.
Muhammad Ade Saputra menyebutkan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Bupati Jember, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), serta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember.
“Untuk menghadapi antisipasi kegiatan Ramadhan ini kita akan melakukan operasi pasar atau GPM namanya, gerakan pangan murah,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk penentuan jumlah titik distribusi GPM akan menunggu jadwal yang diberikan oleh pemerintah kabupaten. Selain GPM dari Kabupaten Jember, saat ini juga sedang berlangsung program Pasar Murah yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Timur.
Menariknya, Muhammad Ade Saputra menegaskan bahwa beras yang akan didistribusikan untuk operasi pasar maupun kebutuhan masyarakat seluruhnya merupakan beras dalam negeri (DN). Stok tersebut berasal dari hasil serapan atau pembelian dari petani lokal di tahun 2025.
“Kalau untuk beras impor kita tidak ada lagi. Sudah menggunakan beras DN atau beras hasil serapan petani di tahun 2025,” tegasnya.
Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung petani lokal dan menjaga ketahanan pangan berbasis produksi dalam negeri.
Dengan stok yang mencapai 82.000 ton, masyarakat Jember tidak perlu khawatir terkait ketersediaan beras hingga tahun depan, termasuk saat menghadapi momen Ramadhan yang biasanya meningkatkan konsumsi pangan secara signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








