TUBAN, Tugujatim.id – Persatu Tuban dipastikan bakal tetap tampil di kompetisi Liga 4, meski masih dihantui ketidakpastian soal kepengurusan dan pendanaan.
Direktur Persatu Tuban, Fahmi Fikroni mengatakan klub kebanggaan Ronggolawe tidak mau mendapat sanksi bila tidak ambil bagian dalam kompetisi. Sehingga mau tidak mau harus turut serta di Liga 4 musim ini.
“Kalau nggak ikut, kita bisa kena sanksi. Saya sebagai pemegang saham jelas khawatir,” ujar Roni, sapaan akrab Fahmi Fikroni, saat dikonfirmasi Minggu (7/7/2025).
Roni yang juga salah satu pemegang saham Persatu Tuban, menilai langkah Persatu Tuban untuk tetap ikut kompetisi menjadi keharusan. Apalagi, secara teknis, sejak 2023 klub ini sempat mengalami kekosongan manajemen. Tahun lalu, pengelolaan sempat dipegang oleh pihak ketiga, namun di musim ini situasinya kembali belum jelas.
“Yang pasti, klub ini harus tetap jalan. Mau dikelola siapa saja, kami terbuka. Silakan, asal serius dan siap bertanggung jawab,” tegasnya.
Roni menambahkan, kendala terbesar saat ini adalah soal biaya. Empat pemegang saham utama, termasuk dirinya, belum bisa menyanggupi kebutuhan pendanaan penuh. Karena itu, ia membuka peluang kepada pihak eksternal yang berminat untuk ikut terlibat mengelola tim.
“Sudah saya komunikasikan dengan teman-teman pemegang saham. Mereka belum siap dana, makanya saya coba cari ke luar. Alhamdulillah ada pengusaha yang tertarik. Tinggal nanti urusan teknisnya,” terangnya.
Namun ia menegaskan, Persatu tidak dijual. Jika memang ada pihak yang benar-benar serius ingin mengelola, klub bisa diserahkan secara penuh tanpa biaya.
“Ini bukan soal jual-beli. Kami akan berikan, bukan menjual. Bahkan dengan nilai nol rupiah sekalipun, asalkan mereka punya komitmen kuat untuk membawa Persatu bangkit,” tandas Roni.
BACA JUGA: Persid Jember Ungguli Persekap Pasuruan di Laga Perdana Liga 4 Jawa Timur
Ia menyebut, sempat ada komunikasi dengan ASKAB PSSI Tuban terkait rencana pengambilalihan. Namun hal itu belum berujung kesepakatan karena masih dalam tahap penjajakan.
“Kalau benar-benar siap, mari kita duduk bareng, buat MOU, legalitas lewat notaris. Kasih waktu 2-3 tahun ke depan, silakan kelola. Dulu target kita naik ke Liga 2, sekarang minimal ke Liga 3,” ungkap pria yang menjabat anggota DPRD Tuban ini.
Roni berharap dalam satu hingga dua bulan ke depan, kepastian pengelolaan Persatu bisa segera diputuskan. Tujuannya jelas: klub tetap eksis dan tak terkena sanksi akibat mangkir dari kompetisi.
“Apapun caranya, yang penting Persatu tetap hidup,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








