JEMBER, Tugujatim.id –Tanah Kas Desa Sidomulyo Jember menghasilkan Rp212 Juta dan digunakan untuk menyantuni 129 Anak Yatim.
Pemerintah Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember menunjukkan praktik baik dalam pengelolaan aset desa yang berpihak pada warga rentan.
Melalui optimalisasi Tanah Kas Desa (TKD), pemerintah desa di bawah kepemimpinan Kepala Desa Kamiluddin menyalurkan manfaat ekonomi bagi puluhan anak yatim piatu di wilayahnya.
Program sosial ini telah berjalan sejak 2022 dan terus berlanjut hingga 2026. Selama lima tahun pelaksanaan, tercatat sebanyak 129 anak yatim piatu menjadi penerima manfaat tetap dari kebijakan tersebut.

Sumber pendanaan program berasal dari hasil sewa Tanah Kas Desa yang dikelola pemerintah desa secara terbuka. Nilai sewa lahan desa itu tercatat stabil di angka Rp212.500.000 per tahun sepanjang periode 2022–2026.
Dana tersebut kemudian dialokasikan untuk program santunan anak yatim dengan skema bantuan tunai sebesar Rp500.000 bagi setiap penerima.
Kepala Desa Sidomulyo, Kamiluddin, mengatakan bantuan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga dirancang memberi dampak sosial jangka panjang.
“Setiap anak menerima santunan Rp500 ribu yang kami arahkan untuk tiga kebutuhan utama,” kata Kamiluddin, Kamis (12/3/2026).
Tiga kebutuhan yang dimaksud meliputi pemberian THR dan baju Lebaran agar anak-anak yatim dapat merasakan kebahagiaan yang sama seperti anak-anak lainnya. Selain itu, bantuan juga diharapkan mendukung keberlanjutan pendidikan mereka serta menumbuhkan semangat kemandirian sejak dini.

Menurut Kamiluddin, program tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial desa sekaligus ikhtiar untuk menghadirkan keberkahan bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini menjadi wasilah kebaikan bagi desa. Doa anak yatim menjadi harapan agar Desa Sidomulyo semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.
Langkah Pemerintah Desa Sidomulyo ini dinilai menjadi contoh bagaimana pengelolaan aset desa dapat dimanfaatkan untuk membangun jaring pengaman sosial berbasis desa, sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah pusat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








