TUBAN, Tugujatim.id – Kali pertama, Tim Tenis Meja Tuban mengukir sejarah lewat medali perdana di Porprov Jatim 2025. Lewat nomor beregu tunggal putra, Tim sukses meraih medali perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025.
Rasa bangga tak bisa disembunyikan dari wajah Sutaji, Ketua Pengurus Cabang Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Tuban.
“Target kita dari awal memang realistis, satu medali. Dan alhamdulillah itu sudah tercapai lewat beregu putra. Ini jadi sejarah baru, karena sebelumnya kami belum pernah dapat medali di ajang Porprov,” ujar Sutaji saat dikonfirmasi Kamis (26/06/2025).
Tim beregu tunggal putra Tuban diperkuat oleh Affan, Fajar, Asyid, dan Muhib. Mereka tampil cukup solid hingga berhasil melaju ke semifinal, sebelum akhirnya dikalahkan oleh tim kuat yang akhirnya keluar sebagai peraih medali emas.
Di sektor lainnya, prestasi juga tak kalah membanggakan. Nomor ganda putra dan ganda putri berhasil menembus babak 8 besar.
“Ganda putra dan ganda putri kemarin masuk 8 besar. Tapi keduanya belum berhasil bawa medali,” terang Sutaji yang saat ini masih menjalankan ibadah haji ini.
Hari ini, perjuangan atlet tenis meja Tuban belum selesai. Masih ada pertandingan di nomor tunggal putra dan tunggal putri yang tengah berlangsung.
“Mohon doanya, semoga bisa nambah medali lagi. Kita sudah puas karena target awal sudah terpenuhi. Tapi kalau bisa lebih, ya tentu sangat bersyukur,” tambahnya.
Tak hanya bicara soal prestasi di lapangan, Sutaji juga menyampaikan harapan besar untuk pembinaan tenis meja ke depan. Ia mendorong agar ke depannya tenis meja bisa lebih dekat dengan masyarakat, bahkan dimulai dari level desa.
“Harapannya tiap kecamatan, bahkan tiap desa, bisa punya fasilitas tenis meja sendiri. Bisa mulai dari balai desa. Dana desa bisa digunakan untuk itu karena ini untuk pembinaan usia dini,” jelas Sutaji.
Menurutnya, PTMSI Tuban siap membantu jika ada desa yang ingin memulai pembinaan. Mulai dari pengadaan bola, bahkan pelatih pun bisa disediakan secara gratis oleh organisasi.
“Kalau pelatih dari kami, gak usah bayar. Sudah tanggung jawab organisasi. Kami siap datang, bantu bola latihan, dan dampingi pembinaan anak-anak usia dini. Tinggal undang saja,” tegasnya.
Keberhasilan meraih medali di Porprov kali ini menjadi catatan penting dalam sejarah tenis meja Tuban. Sutaji berharap capaian ini menjadi titik tolak agar ke depan, tenis meja bisa lebih berkembang dan menjaring lebih banyak atlet dari pelosok desa.
“Kalau dari desa sudah hidup tenis meja, tinggal tunggu waktu panennya. Ini bukan akhir, tapi awal perjalanan kita,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








