• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Perajin bernama Nurul Kholifah ini berpose bersama produk batik karyanya bermotif “Teksas Wonocolo” di rumahnya, Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Perajin bernama Nurul Kholifah ini berpose bersama produk batik karyanya bermotif “Teksas Wonocolo” di rumahnya, Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Terinspirasi Tambang Minyak, Perajin Batik asal Bojonegoro Ciptakan Motif “Teksas Wonocolo” Kali Pertama

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Perajin batik asal Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, bernama Nurul Kholifah berhasil menciptakan batik dengan motif baru yang diberi nama “Teksas Wonocolo” kali pertama. Bersamaan dengan peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada Sabtu (02/10/2021), dia ingin memperkenalkan karyanya tersebut.

Teksas Wonocolo diangkat dari tambang minyak legendaris yang masih menggunakan peralatan tradisional. Sumur tambang minyak ini merupakan peninggalan Belanda yang berada di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.

You might also like

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

21/07/2026 11:17 AM
Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

21/07/2026 10:00 AM

“Saya angkat ciri khas di Bojonegoro yang tidak ada di daerah lain, yaitu tambang minyak tradisional ini,” kata Nurul Kholifah.

Nurul Kholifah tampak telaten ketika membatik motif “Teksas Wonocolo”. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Nurul Kholifah tampak telaten ketika membatik motif “Teksas Wonocolo”. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Dia mengatakan, ide tersebut diperoleh ketika sering melewati tambang tersebut saat akan mengajar. Nah, kesempatan itu dia gunakan untuk melihat dan mengamati, kemudian dijadikan motif batik miliknya.

“Saya amati, kemudian disimpan di otak, sampai di rumah baru saya coba membuat polanya,” kata dia.

Tujuannya membuat motif baru tersebut akhirnya berhasil, terbukti dari gambar sumur tambang minyak yang mudah dikenali banyak orang.

“Saya tanya ke teman-teman untuk menebak motif baru ini, ternyata mereka tahu kalau ini tambang sumur minyak Wonocolo. Artinya, saya tidak perlu menjelaskan, tapi motif ini sudah bisa dikenali masyarakat,” sambungnya.

Nurul telah memulai membuat motif Teksas Wonocolo ini sejak 7 bulan lalu dan sudah menghasilkan tujuh lembar kain batik dengan motif Teksas Wonocolo pertama. Namun, saat ini sudah ludes terjual hingga menyisakan satu lembar kain batik tulis motif Teksas Wonocolo.

Dia menjelaskan, kebanyakan pembeli datang dari luar daerah Bojonegoro, beberapa di antaranya minta untuk sekalian dijahit sebagai baju dan sisanya dibeli berupa lembaran kain.

Dalam memasarkan produknya, Nurul menggunakan dua teknik produksi, yaitu batik tulis dan batik cap. Untuk menyelesaikan batik tulis membutuhkan waktu sebulan dengan banderol harga sekitar Rp 450 ribu-Rp 800 ribu. Sementara batik cap yang membutuhkan waktu 5 hari, dia jual dengan harga sekitar Rp 75 ribu-Rp 170 ribu. Selain motif Teksas Wonocolo, Nurul juga telah membuat motif lain, yakni batik ecoprint dan motif Pinarak Bojonegoro.

 

Tags: batikBatik Teksas WonocoloHari Batik NasionalKabupaten BojonegoroPerajin batikPerajin batik BojonegorotambangTambang minyak Wonocolo
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Next Post
Presiden Jokowi setelah penandatanganan Prasasti Venue PON XX Papua, Sabtu (02/10/2021). (Foto: YouTube Sekretariat Presiden/Tugu Jatim)

Jokowi Resmikan 7 Arena Canggih di PON XX Papua

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID