TUBAN, Tugujatim.id – Peringatan Haul Mbah Singonegoro membuat suasana riuh terdengar di sekitar Air Terjun Mbongok, Desa Jetak, Montong, Kabupaten Tuban, Rabu pagi (02/07/2025). Anak-anak bersorak kegirangan sambil mencebur ke aliran sungai.
Mereka berlomba menangkap uang kertas dan potongan ayam panggang yang dilemparkan warga dari tepi tebing. Tradisi itu dikenal sebagai “Makani Iwak” dan “Udik Duwik”.
Baca Juga: Tradisi Sunyi Jamasan Pusaka Menghidupkan Warisan Leluhur di Tuban
Kegiatan ini bagian dari rangkaian Haul dan Sedekah Bumi Makam Mbah Singonegoro yang rutin digelar setiap Tahun Hari Rabu Malam Kamis Legi di Bulan Suro (Muharram). Warga percaya, tradisi ini sebagai wujud syukur atas berkah alam dan harapan akan kehidupan yang lebih seimbang.
Kepala Desa Jetak Zakky Mubarrok Ali mengatakan, kegiatan Haul Mbah Singonegoro tersebut mengandung nilai spiritual dan sosial yang kuat.
“Kami ingin menguatkan kembali akhlakul karimah di masyarakat. Sekaligus menjaga kelestarian alam dan mempererat silaturahmi antarwarga,” jelasnya, Jumat (04/07/2025).
Rangkaian Peringatan Haul Mbah Singonegoro
Kegiatan berlangsung sejak 30 Juni 2025. Dimulai dengan kerja bakti membersihkan lingkungan desa, makam, hingga tepi jalan. Kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon-pohon kopi dan pelindung di area hutan lindung seluas 9 hektare yang dikelola desa.
Menariknya, tahun ini ada tambahan kegiatan khataman Al-Qur’an serentak di seluruh masjid dan musala se-Desa Jetak. Tercatat, ada 8 masjid dan 25 musala yang ikut serta dari total 6 dusun yang ada.
Pada malam puncak 2 Juli 2025, masyarakat mengikuti pengajian umum. Keesokanharinya, pagi-pagi warga sudah berkumpul di bawah Air Terjun Mbongok untuk ritual “makani iwak” (memakan ikan/panggang ayam) dan “udik duwik” (tabur uang).

Tidak sedikit warga dari luar desa juga turut hadir memeriahkan tradisi ini. Beberapa di antaranya datang dari wilayah Jenu, Merakurak, Grabakan, hingga Kerek.
“Anak-anak senang banget. Tiap tahun nunggu momen ini. Seru rebutan uang, ayam, dan bisa main air bareng,” ujar Arif, salah satu warga sambil tertawa melihat cucunya menenteng uang Rp50 ribuan yang berhasil ditangkap.
Sebagai penutup, warga melakukan “Manganan” atau makan bersama di Area Mbah Singonegoro dan keesokanharinya “Manganan” di Makam Ki lengki, salah satu punden yang berasa di wilayah Desa Jetak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








