TUBAN, Tugujatim.id – Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, koper milik lebih dari seribu calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Tuban mulai berdatangan di halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat. Uniknya, koper jemaah haji yang datang pada Senin (19/05/2025) itu ada yang diberi gantungan sandal hingga boneka.
Ribuan koper jemaah haji itu tidak hanya diisi perlengkapan ibadah. Koper ini sengaja dihiasi benda-benda unik sebagai penanda agar tidak tertukar di Arab Saudi. Mulai dari sandal jepit, cangkir plastik, boneka lucu, hingga centong sayur bergelantungan di gagang koper, mencuri perhatian siapa pun yang melihat.
Baca Juga: Andi Bangga Jadi Petugas Pendamping Jemaah Haji, Lolos Setelah Ikut Lima Kali Tes
“Penanda ini penting karena saat tiba di Arab Saudi, koper akan bercampur dengan milik ribuan jemaah lain. Kalau tidak diberi tanda khusus, bisa tertukar,” ujar Kepala Kantor Kemenag Tuban Umi Kulsum.
Menurut Umi, koper jemaah itu berasal dari kloter 66, 68, 69, 70, dan 86. Dari total 1.054 jemaah, koper dari kloter 68, 69, dan 70 dijadwalkan dikirim H-1 sebelum keberangkatan ke Embarkasi Surabaya. Sedangkan koper kloter 66 yang hanya berisi 10 koper dikirim bersamaan dengan jemaah pada Selasa (20/05/2025), bergabung dengan jemaah dari Bojonegoro.

Adapun koper dari kloter 86 yang berjumlah 107 orang menyusul setelahnya dan dua orang lainnya masih dalam daftar cadangan karena belum mendapat kloter resmi.
Umi menegaskan, koper utama tidak boleh melebihi 32 kilogram dan jemaah dilarang membawa barang-barang terlarang seperti benda cair, zat berbahaya, serta rokok lebih dari 200 batang.
“Ini sudah kami sampaikan saat manasik terakhir. Semua ada aturannya agar tidak ada hambatan saat pemeriksaan di embarkasi maupun imigrasi,” jelasnya.
Salah satu jemaah, Masrokah, 40, warga asal Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, mengaku sudah menyiapkan isi koper jauh-jauh hari. Selain membawa perlengkapan wajib seperti kain ihram, pakaian harian, dan alat mandi, dia juga menyelipkan bekal khas Indonesia: sambal dan ikan asin teri.

“Biar lidah tetap kerasan. Sambal buatan sendiri ini bisa tahan lama, jadi bawa yang banyak,” ucapnya sambil tersenyum.
Masrokah bercerita bahwa dia sebelumnya tercatat sebagai jemaah asal Magetan, namun kemudian dimutasi ke Tuban karena ikut orang tuanya yang juga berangkat haji tahun ini.
“Pindah domisili jemaah ternyata nggak ribet. Proses koordinasi antar Kemenag cepat, semua lancar,” ujarnya lega.
Prosesi pengumpulan koper ini menjadi penanda nyata bahwa harapan dan semangat ibadah jemaah haji asal Tuban kian dekat dengan Tanah Suci. Dan di balik koper jemaah yang tersusun rapi, tersimpan banyak cerita, doa, dan harapan dari para tamu Allah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati







