MALANG, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Sendratari Ramayana Cakramastaka secara Spektakuler di perayaan puncak peringatan Lustrum XIV dan Dies Natalis Ke-70. Panggelaran berlangsung di Gedung Graha Cakrawala UM, Jumat (18/10/24) dengan 80 pemain dan pengiring yang terdiri dari berbagai unsur civitas akademika.
Pementasan disambut antusias oleh ribuan mahasiswa yang memadati gedung, diikuti suara riuh gemuruh penonton saat para pemain sendratari naik ke panggung. Sendratari mengangkat tema cinta, kesetiaan, perjuangan dan pengorbanan, di mana cerita Ramayana Cakramastaka menyampaikan pesan universal yang relevan bagi masyarakat.
“Kecintaan bukan hanya kepada pasangan, melainkan kecintaan pada tanah tumpah darah, seperti cinta kita kepada Universitas Negeri Malang,” ungkap pemandu acara, menyentuh hati penonton.
Pagelaran ini menampilkan tokoh-tokoh legendaris dari kisah Ramayana, seperti Hanoman, Rahwana, Raden Ramawijaya, Dewi Sinta, dan Raden Laksmana. Yang membuat acara ini semakin istimewa adalah peran yang dimainkan oleh para pejabat UM. Rektor UM, Prof. DR. Haryono, M.Pd, berperan sebagai Prabu Janaka, sementara Wakil Rektor II, Prof. Puji Handayati, SE, Ak, MM, CA., CMA, tampil sebagai Permaisuri.

Peran Para Dosen
Beberapa dosen juga turut memeriahkan pagelaran ini seperti Dr. Rully Aprilia Zandra memerankan Prabu Rama Wijaya, Dr. Karkono sebagai Raden Laksmana, dan Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd, tampil sebagai Dewi Sinta. Tokoh antagonis Rahwana diperankan oleh Prof. Aji Prasetya Wibawa, ST, M.MT., Ph.D., sedangkan Dr. Robby Hidajat, M.Sn memerankan Anoman.
Sendratari ini disutradarai oleh Dr. Karkono, S.S., M.A., yang juga memerankan Raden Laksmana. Cerita berpusat pada kisah Raja Janaka yang menggelar sayembara untuk mencari pasangan yang layak bagi putrinya, Dewi Sinta.
“Sayembara ini hanya bisa dimenangkan oleh seorang kesatria sejati yang berjiwa pemimpin dan penuh cinta,” jelas Dr. Karkono tentang inti cerita.
Sisi Komedi yang Mengundang Tawa
Meskipun tidak semua pemeran adalah seniman profesional, aksi mereka justru menambah hiburan bagi penonton.
“Ya, pastinya lucu, karena mereka bukan pemain profesional. Tapi justru itu yang bikin seru dan menarik untuk ditonton,” kata Toni, salah satu penonton yang diundang khusus untuk acara tersebut.
Suasana semakin meriah ketika di tengah pertunjukan, empat wanita mengajak Rektor UM dan para civitas akademika untuk berjoget bersama, menambah nuansa komedi yang menghibur.
Acara ditutup dengan kemenangan Raden Rama Wijaya yang berhasil mengalahkan para kesatria dan berhak mempersunting Dewi Sinta. Pagelaran ini tidak hanya sukses menampilkan seni, tapi juga membawa semangat kebersamaan dan kebanggaan bagi seluruh warga Universitas Negeri Malang. (ADV).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Yona Arianto Anggoro
Editor: Darmadi Sasongko








