PASURUAN, Tugujatim.id – Jumlah korban kecelakaan Bus Restu secara beruntun di jalan raya Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, bertambah. Hingga kini tercatat ada enam korban dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan bus, mobil Kijang, dan tiga motor di jalan raya Malang-Surabaya, Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi.
Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Yudhi Anugrah Putra menyatakan, korban kecelakaan Bus Restu tersebut berjumlah dua pemotor. Yaitu Mochammad Abdullah Fatah, 23, pelajar asal Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Kemudian Fatmah Daniyah Hanum, 21, pelajar asal Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.
“Korban M. Abdullah Fatah dibawa ke RSUD Bangil, sementara Fatmah Daniyah Hanum dibawa ke Puskesmas Purwodadi,” ujar Yudhi.
Sementara empat korban kecelakaan Bus Restu lainnya mengalami luka-luka. Di antaranya, sopir mobil Kijang, Mustofa, 33, warga Desa Krajan, Kecamatan Kejayan, beserta penumpangnya, M. Samsul Huda, 45, Desa Sruwi, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.
Kemudian dua pengendara motor bernama Awang Hermawan, 19, pelajar asal Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan; dan Rike Yosefa, 42, warga Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
“Keempat korban ada yang dilarikan ke RSUD Bangil dan RS Media Lawang,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan beruntun di Jalan Raya Surabaya-Malang melibatkan Bus Restu, mobil Kijang, dan tiga pengendara motor ini menewaskan dua korban pada Rabu (26/07/2023). Kronologi kecelakaan bermula saat Bus Restu bernopol N-7167-UH melaju dari arah Surabaya menuju Malang.
Sekitar pukul 07.30 WIB, tepat di depan pabrik PT Rikio di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, mobil Kijang bernopol N 1103 R berusaha menyalip bus tersebut dari sebelah kiri. Namun, bus terserempet mobil Kijang, bersenggolan, dan kedua kendaraan ini terpental dan masuk ke jalur berlawanan.
Bus dan mobil Kijang ini menabrak tiga motor yang melaju turun dari arah Malang menuju Surabaya. Yaitu, motor Honda Beat nopol N-2426-XV, motor Yamaha Mio bernopol N-5977-GA, dan motor Honda Revo nopol N-2230-ECL.
Writer: Laoh Mahfud
Editor: Dwi Lindawati








