Tugujatim.id – Penulis asal Surabaya Vania Winola Febriyanti atau terkenal dengan nama pena Vania Winola kembali memikat warganet dengan karya terbarunya berjudul “Yang Katanya Cemara”. Terbaru, dia membedah karyanya pada halaman 16–18 menyoroti betapa pentingnya komunikasi dalam keluarga.
Menariknya, Vania Winola secara khusus membedah makna terdalam dari kisah yang dia tulis. Di bagian itu, dia menyoroti betapa pentingnya komunikasi dalam keluarga yang kerap dianggap remeh namun sesungguhnya menjadi fondasi dari sebuah hubungan.
Dia menulis tentang bagaimana percakapan singkat di ruang makan bisa menyimpan makna besar, atau bagaimana diamnya seorang anggota keluarga justru sering menyampaikan rasa yang paling jujur.
Baca Juga: Merasa Buntu? Ini Dia 3 Rekomendasi Buku Mengubah Mindset Buka Potensi Diri
Bagi Vania, halaman tersebut menjadi inti pesan dari seluruh buku: bahwa keluarga tidak pernah benar-benar sempurna, tetapi selalu layak diperjuangkan.
Sebelumnya, Vania Winola sempat memikat perhatian warganet dalam sebuah unggahan video di TikTok-nya @vaniawinolaa. Dalam video berdurasi singkat itu, Vania Winola membagikan kisah di balik lahirnya buku terbarunya, Yang Katanya Cemara. Dengan cara yang akrab dan sarat makna, dia menjelaskan bahwa karya ini merefleksikan keluarga, rumah yang menyimpan kisah manis sekaligus pahit.
Video tersebut menampilkan perempuan kelahiran Surabaya, 24 Februari 2006, ini duduk santai di sudut ruangan yang sederhana dengan pencahayaan hangat, membuat suasana terasa akrab. Lewat ceritanya, Vania Winola menggambarkan proses panjang yang dilaluinya sebelum Yang Katanya Cemara hadir di tangan pembaca.
Menurut dia, karya ini lahir dari pengalaman pribadi dan pengamatan akan dinamika keluarga, dari momen manis yang menenangkan hati hingga peristiwa pahit yang membekas.
“Bagi saya, lebih baik berpisah daripada memaksakan suatu hubungan yang sudah tiada rasanya,” ucapnya dalam video tersebut.
Buku Yang Katanya Cemara memotret berbagai fase dalam kehidupan keluarga. Ada kisah tentang tawa saat makan bersama, percakapan kecil yang diam-diam menguatkan, pertengkaran yang berujung saling memaafkan, hingga perpisahan yang membuat hati retak. Dia merangkai cerita itu dalam tutur kata yang sederhana namun mengalir jujur dan menyentuh hati.
Video TikTok Dibanjiri Komen Positif
Sejak video itu beredar, kolom komentar TikTok Vania dibanjiri respons positif. Banyak penonton yang mengaku terharu dan merasa kisah dalam buku tersebut mencerminkan pengalaman pribadi mereka.
“Kak? Are you oke, semangat terus jangan pantang menyerah ya aku tau kakak itu kuat banget semangat terus,” tulis seorang pengguna TikTok.
Ada pula pengguna TikTok lainnya yang mengatakan, serasa dipeluk waktu membacanya, apalagi jauh dari rumah.
“Bacanya seperti mendapat pelukan, apalagi saat sedang jauh dari rumah,” tulis akun itu.

Banyak warganet kemudian membagikan ulang video tersebut, menandai teman atau anggota keluarga mereka, seolah ingin mengajak orang-orang terdekatnya ikut merasakan pesan yang disampaikan.
Melalui video itu, mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) ini membagikan bahwa perjalanan menulis Yang Katanya Cemara membawanya pada pengalaman emosional yang mendalam. Dia menyebut, sebagian kisah dalam buku ini bersumber dari kenangan masa kecilnya.
“Buku ini menceritakan bahwa seorang anak juga bisa merasakan apa yang orang tua mereka rasakan. Kadang kita lupa menghargai momen sederhana bersama keluarga, tidak hanya merasakan seorang anak juga bisa mendengar hingga menerima. Lewat buku ini, aku ingin mengingatkan bahwa momen-momen kecil itu justru yang paling berharga,” jelasnya.
Selain kisah-kisah yang menghangatkan, buku ini juga tidak ragu mengajak pembaca menatap sisi kelam keluarga: rasa kehilangan, perbedaan pendapat, hingga jarak yang memisahkan. Namun, alih-alih membuat pembaca terpuruk, tulisan-tulisan ini justru menumbuhkan rasa syukur akan momen-momen yang masih bisa dijalani bersama.
Video TikTok ini bukan sekadar promosi buku. Dia menjadi ruang berbagi yang mempertemukan orang-orang lewat cerita tentang rumah, darah, dan cinta yang tidak lekang oleh waktu. Dengan Yang Katanya Cemara, Vania Winola mengajak pembaca untuk menengok kembali ke akar mereka, menghargai tawa dan air mata yang hadir di dalam keluarga, dan menyadari bahwa pulang bukan selalu soal tempat, tetapi soal hati yang menerima.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Nafsiatul Kamilah/Magang
Editor: Dwi Lindawati








