PASURUAN, Tugujatim.id – Demi mewaspadai penyebaran virus Covid-19 varian Omicron yang sudah masuk ke Indonesia, Pemkot Pasuruan berencana mengaktifkan posko PPKM mikro di tingkat RT-RW di masing-masing kelurahan. Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf menyatakan jika kebijakan merupakan tindak lanjut dari aturan presiden terkait antisipasi Covid omicron tersebut.
“Pak Presiden mengarahkan agar segera menindaklanjuti pemerintah daerah, termasuk melibatkan satgas RT-RW guna antisipasi Covid omicron ini,” ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi Minggu (19/12/2021).
Gus Ipul mengungkapkan, meski kondisi Covid-19 di Indonesia masih landai dan terkendali, tapi masyarakat tidak boleh lalai. Warga Pasuruan diimbau tetap waspada Covid omicron. Apalagi virus ini sudah masuk ke-88 negara, termasuk di Indonesia.
“Presiden mewanti-wanti betul, di luar negeri Covid varian omicron mengakibatkan peningkatan kasus hingga 3 kali lipat. Antisipasi di tiap daerah harus digerakkan semua. Satgas covid di kelurahan sampai RT-RW harus jalan terus, ” imbuhnya.
Nantinya satgas Covid di posko PPMK mikro tingkat RT-RW bertugas untuk mengawasi mobilitas warga dan melaporkan apabila ada yang terjangkit. Selain itu, menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), masyarakat harus kembali diingatkan agar taat menjalankan protokol kesehatan 5M, mulai dari cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, hingga menghindari kerumunan.
“Petugas posko PPKM mikro juga harus menggerncarkan tracing dan testing. Alhamdulillah, dalam tiga minggu terakhir, Kota Pasuruan tidak ada tambahan kasus baru,” ungkapnya.
Mantan wakil gubernur Jawa Timur ini juga mengarahkan agar semua camat, lurah, hingga ketua RT-RW untuk menyosialisasikan vaksinasi. Bagi warga yang belum divaksin harus terus dikawal agar segera dapat vaksin Covid-19.
“Sebenarnya sudah 94 persen warga Kota Pasuruan yang sudah divaksin. Ayo diingatkan warganya yang vaksin. Apalagi vaksin anak usia 6-11 tahun sudah dimulai minggu ini, ” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Dr Shierly Marlena mengungkapkan jika pencegahan virus Covid-19 varian omicron sudah dilakukan oleh pemerintah pusat melalui karantina warga yang datang dari luar negeri.
“Pengetatan arus masuk dari luar negeri nanti dikarantina di provinsi. Sementara di Pasuruan nanti akan dilakukan karantina lagi dan tes PCR kembali,” ujarnnya.
Dia mengatakan, tempat-tempat umum, seperti alun-alun, taman kota, dan pelabuhan akan ditutup. Sedangkan pengunjung pusat perbelanjaan dan pertokoan akan dibatasi 75 persen dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.
“Ada pula pelarangan pawai dan perayaan tahun baru, serta pelarangan acara yang menimbulkan kerumunan. Event di mall sementara ditiadakan dan pengunjung tidak boleh lebih 75 persen,” ujarnya.








