• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi pasien Covid-19 varian Delta yang kini merebak di Eropa/tugu jatim

Ilustrasi pasien Covid-19 varian Delta yang kini merebak di Eropa. (Foto: Pixabay)

WHO: Covid-19 Varian Delta Mendominasi di Eropa

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in Internasional
0
Share on FacebookShare on Twitter

EROPA, Tugujatim.id – World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia mengatakan bahwa Covid-19 varian Delta kini mendominasi sebagian besar negara-negara di Eropa. Varian ini membuat angka penderita Covid-19 meningkat dengan cepat di benua biru. Hal ini sebagaimana dilansir oleh Euronews.

Untuk itu, WHO dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) memberi peringatan tegas. Bahwa usaha untuk mencegah penyebaran variasi baru Covid-19 tersebut harus dikuasai dengan benar. Mereka juga mendorong warga agar melakukan hal-hal rasional untuk mencegah penularan virus asal China itu.

You might also like

Colony.

Colony Tayang Awal Juni 2026, Film Zombie Korea Terbaru Ini Tembus 4 Juta Penonton dalam Dua Pekan

04/06/2026 10:01 AM
Timnas Indonesia

Drawing Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Masuk Grup Berat, Jumpa Jepang hingga Qatar

10/05/2026 11:57 AM

Saat ini tercatat lebih dari 68 persen dari infeksi Covid-19 di mayoritas negara Eropa adalah varian Delta. Sebagaimana diketahui jenis virus yang pertama kali muncul di India ini mudah menular dengan cepat cepat. Serta memberikan dampak yang lebih membahayakan bagi kesehatan dibanding varian sebelumnya.

Untuk itu, dianggap vaksin menjadi salah satu pilihan masuk akal untuk menjaga kesehatan diri. Sejauh ini, negara-negara Eropa telah berusaha keras untuk memberikan vaksin pada warganya, namun masih ada jutaan warga lainnya yang belum tervaksin karena mereka takut. Keadaan ini sangat beresiko dengan varian Delta, bisa jadi mereka akan berakhir di rumah sakit.

Selain itu,WHO juga menunjukkan bahwa orang yang sudah divaksin dapat mengurangi resiko kematian akibat Covid-19 varian Delta tersebut. Untuk alasan itulah, direktur regional WHO untuk Eropa, Dr. Hans Kluge, meminta para kepala negara untuk memberikan vaksin gratis kepada para warganya demi mencegah hal buruk terjadi.

Sementara itu Direktur ECDC, Dr. Andrea Ammon, juga mendorong warga agar berani disuntik vaksin. Pasalnya, vaksin adalah cara yang masuk akal untuk terus melanjutkan hidup di tengah andemi ini. Vaksinasi adalah demi keselamatan diri sendiri dan orang lain.

“Kita harus tetap waspada dan terus menggunakan akal sehat untuk mencegah penyebaran virus,” kata dia.

Tags: covid-19DeltaEropaVarianWHO
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Colony.

Colony Tayang Awal Juni 2026, Film Zombie Korea Terbaru Ini Tembus 4 Juta Penonton dalam Dua Pekan

by Dwi Linda
04/06/2026 10:01 AM
0

Tugujatim.id – Colony tayang di Indonesia akhirnya menjadi kenyataan bagi para penggemar film Korea yang sudah lama menantikan penayangannya di...

Timnas Indonesia

Drawing Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Masuk Grup Berat, Jumpa Jepang hingga Qatar

by Mochamad Abdurrochim
10/05/2026 11:57 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Timnas Indonesia dipastikan menghadapi tantangan tidak mudah pada putaran final Piala Asia 2027. Berdasarkan hasil drawing yang...

Keliling dunia naik motor dari Malang

Keliling Dunia Naik Motor dari Malang, Sam HC Siap Tempuh 14 Negara Selama 6 Bulan

by Mochamad Abdurrochim
01/05/2026 4:44 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Aksi keliling dunia naik motor dari Malang bakal dilakukan Heri Cahyono alias Sam HC mulai 2 Mei...

Taiwan

Di Antara Kepentingan dan Persepsi: Tantangan Indonesia dalam Menyikapi Isu Taiwan

by Darmadi Sasongko
30/04/2026 6:35 PM
0

Arief Putra Wijaya, Alumni Universitas Indonesia - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Penulis juga seorang Pengamat Politik dan Hubungan...

Next Post
 Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat diwawancara wartawan di Balai Kota Surabaya, Senin (26/07/2021). Ia menyebut jika makan di warung (dine in) diperbolehkan dengan catatan maksimal hanya 20 menit. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Perpanjangan PPKM Level 4 di Surabaya: 'Dine In' di Warung Dibatasi 20 Menit per 3 Orang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID