JOMBANG, Tugujatim.id – Makam KH. Abdurrohman Wahid atau yang lebih dikenal Gus Dur menjadi salah satu destinasi wisata religi paling populer di Jawa Timur yang tidak pernah sepi pengunjung setiap harinya. Terletak di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, lokasi ini menarik peziarah dari berbagai daerah bahkan lintas agama. Keberadaan Makam Gus Dur tidak hanya difungsikan sebagai lokasi ziarah, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai toleransi serta semangat kebangsaan.
Makam Gus Dur terletak di Jalan Irian Jaya Nomor 10, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Setiap tahun, jutaan orang datang untuk berdoa sekaligus mengenang jasa Presiden ke-4 Republik Indonesia tersebut. Oleh karena itu, penting bagi pengunjung memahami tips agar perjalanan ke Makam Gus Dur tetap nyaman dan lancar.
Akses Lokasi dan Jam Kunjungan
Makam Gus Dur berada di kawasan strategis yang mudah diakses baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Lokasinya yang berada di lingkungan pesantren membuat suasana terasa religius dan tertata dengan baik. Pengunjung juga tidak perlu khawatir tersesat karena area kompleks relatif mudah dipahami.
Jam kunjungan Makam Gus Dur dibagi menjadi beberapa sesi untuk menjaga kenyamanan peziarah. Pada hari Sabtu hingga Kamis, sesi pagi dibuka pukul 08.00–15.00 WIB dan sesi malam pukul 20.00–02.00 WIB. Sementara hari Jumat memiliki jadwal khusus dengan penyesuaian waktu karena pelaksanaan salat Jumat.
Penting bagi pengunjung untuk memperhatikan waktu penutupan gerbang agar tidak tertinggal. Akses masuk ke area makam umumnya ditutup sekitar 30 menit sebelum waktu kunjungan berakhir. Dengan mengikuti jadwal tersebut, pengalaman berziarah di Makam Gus Dur dapat berlangsung lebih tertib dan nyaman.
Fasilitas dan Kondisi di Sekitar Area
Di sekitar Makam Gus Dur tersedia berbagai fasilitas penunjang bagi pengunjung. Area parkir cukup luas meskipun sebagian besar berbayar, begitu juga dengan fasilitas toilet yang juga dikenakan biaya. Selain itu, banyak pedagang yang menjual makanan ringan dan oleh-oleh khas.
Kondisi lingkungan di sekitar area makam tergolong cukup padat, namun tetap berada dalam situasi yang tertib dan terkendali. Akses keluar-masuk kawasan tertata dengan jelas sehingga memudahkan pengunjung bernavigasi tanpa kendala berarti. Hal ini membuat lokasi cukup ramah bagi rombongan keluarga besar.

(Foto: Google Photo / Fendy K)
Salah satu pengunjung, Ainul Yaqin, melalui ulasan Google Review yang dikutip pada Jumat (19/06/2026) menyampaikan kesannya saat berkunjung ke Makam Gus Dur. Ia menyebutkan bahwa lokasi tidak terlalu luas sehingga aman untuk keluarga. Ia juga menambahkan bahwa banyak fasilitas tersedia meskipun sebagian berbayar, namun tetap memudahkan pengunjung.
“Makam Gus Dur di Jombang, Jawa Timur, berada dalam kondisi ramai namun lalu lintas pengunjung tetap lancar, dengan banyak pedagang makanan ringan yang berjualan di area luar.ujarnya..
Tips Agar Ziarah Lebih Nyaman
Agar kunjungan ke makam mantan Presiden keempat RI ini lebih nyaman, pengunjung disarankan datang di luar jam padat. Waktu pagi hari atau menjelang malam biasanya lebih lengang dibandingkan akhir pekan. Hal ini membantu menghindari antrean panjang saat masuk area makam.
Selain itu, penting untuk menjaga barang bawaan dan mematuhi aturan yang berlaku di area pesantren. Pengunjung perlu memperhatikan etika berbusana dengan mengenakan pakaian yang rapi dan pantas, sebagai wujud penghormatan terhadap nilai sakral serta norma yang dijunjung di kawasan religi tersebut. Dengan sikap yang tertib, suasana ziarah akan tetap khusyuk.
Makam Gus Dur bukan hanya destinasi wisata religi, tetapi juga ruang refleksi nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi. Dengan persiapan yang baik, perjalanan ziarah akan terasa lebih bermakna. Oleh karena itu, memahami informasi dasar sebelum berkunjung ke Makam Gus Dur menjadi hal yang sangat penting.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Albertus Deo/Magang
Editor: Mochamad Abdurrochim








