1 Guru SDN Kebonsari Pasuruan Positif Covid, Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen Dihentikan Sementara - Tugujatim.id

1 Guru SDN Kebonsari Pasuruan Positif Covid, Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen Dihentikan Sementara

  • Bagikan
Positif Covid. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)
Pembelajaran tatap muka di SDN Kebonsari dihentikan sementara karena ada guru yang terkonfirmasi positif Covid-19. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

PASURUAN, Tugujatim.id – Seorang guru di SDN Kebonsari, Kota Pasuruan, terkonfirmasi positif Covid-19.
Untuk mencegah penularan klaster sekolah, pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di SDN Kebonsari harus dihentikan sementara sejak Rabu (02/02/2022).

Kepala SDN Kebonsari Mukharomah mengungkapkan, diduga guru yang positif Covid tersebut tertular setelah melakukan perjalanan ke luar kota. Selama beberapa hari kondisi kesehatannya semakin menurun. Mulai dari badan meriang hingga tensi makin tinggi sehingga harus dilarikan ke UGD rumah sakit.

“Beberapa hari izin ke pondok pesantren antar anak. Sempat masuk sekolah, tapi pamit karena tidak enak badan. Jumat dibawa ke UGD, Sabtunya diberitahu kepala puskesmas kalau ada guru positif Covid,” ungkap Mukharomah.

Dia mengatakan, pihak sekolah melalui dinas pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pasuruan untuk melakukan tracing ke sejumlah guru dan siswa yang diduga mempunyai kontak erat.

“Kalau sudah ada yang positif, maka kontak eratnya di-tracing, ada sekitar 40-an guru dan 30-an murid,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan, berdasarkan hasil temuan dinkes sudah ada 3 warga sekolah lain yang terkonfirmasi positif.

“Kasus di SDN Kebonsari awalnya 1 guru ini lagi di-tracing. Sudah di-tracing 77 orang, ada 3 orang diantigen hasilnya reaktif,” ungkapnya.

Meski begitu, Gus Ipul memastikan jika kondisi Covid di Kota Pasuruan masih terkendali. Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah tambahan kasus konfirmasi positif Covid tersebut adalah varian Omicron atau bukan.

“PTM ditutup, tapi ini masih terkendali ya. PCR-nya kami belum mumpuni. Kami belum punya alat untuk mendeteksi Omicron,” ujarnya.

  • Bagikan