10 Persen Warga Kota Kediri Meninggal saat Isoman Covid-19

  • Bagikan
Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Kediri yang menjadi tempat isolasi terpusat. (Foto: Rino Hayyu/Tugu Jatim) isoman, kota kediri,
Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Kediri yang menjadi tempat isolasi terpusat. (Foto: Rino Hayyu/Tugu Jatim)

KEDIRI, Tugujatim.id – Peningkatan kasus Covid-19 di Kota Kediri terus terjadi. Sedangkan, angka kematian Covid-19 di Kota Kediri telah menembus 193 kasus. Dari peningkatan kasus tersebut, Pemerintah Kota Kediri mencatat ada 10 persen atau 19 warga yang meninggal dunia akibat terpapar virus Corona saat menjalani isolasi mandiri (isoman).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Fauzan Adhima, menerangkan kematian pasien Covid-19 lebih cenderung saat berada di rumah sakit. Ia menjelaskan 90 persen pasien yang akhirnya meninggal dunia ketika menjalani perawatan medis.

“Data yang kami pelajari, sekilas hanya 10 persen dari kematian itu,” terang Fauzan.

Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan ketika warga melakukan isoman ialah terpantaunya oksimetri, ventilasi rumah, dan konsumsi vitamin. Tiga hal tersebut dinilai menjadi kunci kesembuhan warga yang menjalani isoman.

“Oksimetrinya harus dilihat terus, kalau memang tidak sesuai standar ya isolasi terpusat,” imbuh Fauzan.

Untuk isolasi terpusat, kata Fauzan, Pemkot Kediri menyiapkan Gedung Nasional Indonesia (GNI) dan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Kediri untuk menjalani isolasi terpusat. Menurutnya, mereka akan mendapatkan pemantauan berkala dari petugas saat menjalani isolasi tersebut.

Saat ini, ada 206 pasien Covid-19 yang menjalani perawatan. Dibanding bulan lalu, masih terpantau sekitar 20 pasien yang dirawat. Fauzan mengakui lonjakan ini cukup tinggi di Kota Kediri.
Ia mengimbau agar warga mematuhi seluruh aturan dalam PPKM Darurat yang sedang berjalan di Kota Kediri.

  • Bagikan