PASURUAN, Tugujatim.id – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak terus merebak saat vaksin belum tersedia. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan mengambil tindakan pendampingan dan pengawasan terhadap peternak secara langsung.
Wabah PMK yang menyerang sapi pada Desember sebelumnya tercatat 99 ekor. Jumlah itu terus bertambah hingga menjadi 103 kasus. Sebanyak 94 sapi di antaranya dinyatakan sembuh.
Baca Juga: Pendaftar Haji di Mojokerto Naik selama 2024, Angka Pembatalan Menurun
“Kami dampingi sejumlah peternak sapi selama menunggu kiriman vaksin dari Kementerian Peternakan,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Ainur Alfiyah, Senin (06/01/2025).
Bentuk pendampingan yang dilakukan yakni penyuluhan secara periodik dengan penekanan bahwa pencegahan penularan wabah PMK dengan cara menjaga kebersihan dan sterilisasi. Teknisnya bagi peternak yang mempunyai lebih dari satu kandang agar berganti baju saat berpindah ke kandang lainnya. Dan jika ada sapi yang terjangkit PMK harus dibedakan kandangnya.
“Selain menjaga kebersihan, kami mendistribusikan 562 botol obat pencegah demam, 720 box vitamin, dan 48 botol disinfektan. Pendistribusian tersebut tersebar di titik-titik peternak yang rentan terkena PMK,” ungkapnya.
Baca Juga: Toyota Avanza Tabrak Truk Boks di Tol Gempol Pasuruan, 3 Korban Luka-Luka
Menurut Alfiyah, sejumlah kandang sapi sudah disemprot disinfektan. Dan sejumlah sapi yang sebelumnya terkena PMK dan sembuh sudah disuplai vitamin.
Sementara itu, peternak asal Winongan Lukman mengatakan salah satu penyebab merebaknya wabah PMK yakni perubahan iklim. Dia mengaku sangat khawatir hewan peliharaannya terkena virus PMK.
“Kami berharap segera ada kiriman vaksin dari Kementerian Peternakan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Laoh Mahfud
Editor: Dwi Lindawati








