SIDOARJO, Tugujatim.id – Proses pencarian korban ambruknya bangunan tiga lantai Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, kini memasuki tahap krusial.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mengumumkan bahwa tim gabungan resmi menggunakan alat berat untuk mempercepat evakuasi reruntuhan, setelah empat hari penuh dilakukan pencarian manual.
“Dari total 108 korban yang sudah dievakuasi, sebanyak 103 orang selamat dan masih dirawat di rumah sakit. Sementara lima korban dinyatakan meninggal dunia,” kata Suharyanto, Kamis (2/10/2025).
BNPB mencatat masih ada 59 orang yang belum ditemukan. Suharyanto berharap sebagian besar dari mereka sebenarnya berada di luar lokasi saat kejadian.
“Kami menemukan kasus, ada orang tua menangis karena anaknya hilang, ternyata anaknya berada di tempat lain dalam keadaan selamat. Mudah-mudahan kali ini juga begitu,” ujar Suharyanto.
Seperti yang diketahui, sebelum beralih ke alat berat, pencarian manual dilakukan secara intensif dengan dukungan teknologi canggih, mulai dari drone thermal hingga sensor suara.
Bahkan pada Rabu malam (1/10/2025), area pencarian sempat disterilkan agar alat deteksi bisa bekerja optimal. Namun hingga Kamis malam tidak ada tanda-tanda kehidupan yang terdeteksi.
“Kami tidak sekaligus membersihkan reruntuhan. Evakuasi dilakukan bertahap dan sangat hati-hati, untuk memastikan keamanan serta kemungkinan ditemukannya jenazah,” jelas Suharyanto.
Dukungan 212 Personel Gabungan
Sebanyak 212 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, ITS, tenaga ahli sipil, hingga relawan berpengalaman dalam penanganan bencana runtuhan.
Keputusan penggunaan alat berat juga sudah melalui musyawarah bersama keluarga korban.
“Dari pihak keluarga yang meminta pencarian manual tidak dilanjutkan. Semua sepakat minta evakuasi alat berat segera dilakukan. Keputusan itu kami tuangkan dalam berita acara yang ditandatangani perwakilan keluarga,” ungkapnya.
Suharyanto memastikan, setiap jenazah yang ditemukan akan diperlakukan sesuai tata cara agama dan kepercayaan masing-masing. Ia juga menekankan bahwa proses evakuasi tidak akan berhenti sampai seluruh reruntuhan selesai dibersihkan.
“Kita belum tahu pasti apakah 59 orang yang tercatat itu benar semua korban. Mudah-mudahan tidak sebanyak itu. Kita semua masih percaya pada keajaiban Tuhan,” pungkasnya.
Adapun demikian, berikut nama korban yang meninggal dunia dalam tragedi tersebut:
1. Maulana Alfian Ibrahim (13) Pabean Cantian, Surabaya
2. Mochammad Mashudulhag asal Kali Kendal, Dukuh Pakis, Surabaya
3. Muhammad Soleh Jalan Madura, Tanjung Pandan, Bangka Belitung
4. Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas (17), Putat Jaya Surabaya
5. M. Agus Ubaidillah (14), Krembangan Surabaya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Layla Aini
Editor: Darmadi Sasongko








