Tugujatim.id – Indonesia diguncang gelombang unjuk rasa besar-besaran usai tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polda Metro Jaya.
Affan Kurniawan menjadi korban dari upaya polisi membubarkan demonstrasi massa pada Kamis malam (25/08/2025). Hari berikutnya, aksi yang awalnya merupakan bentuk solidaritas sesama pengemudi ojol, berkembang menjadi demonstrasi nasional dengan eskalasi kerusuhan yang meluas di sejumlah kota besar.
Karena itu, Tugujatim.id merangkum sederet peristiwa yang terjadi dalam aksi terjadi selama akhir pekan ini.
Baca Juga: 3 Pos Polisi Dibakar dan 13 Pos Dirusak di Kota Malang Usai Ricuh Aksi Solidaritas Affan Kurniawan
Prosesi Pemakaman Affan
Usai dipulangkan ke rumah duka dari RSCM, jenazah Affan Kurniawan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (29/08/2025). Ribuan pengemudi ojol dan simpatisan mengiringi perjalanan menuju tempat prosesi tersebut.
Konvoi panjang dari para pengemudi ojol melintasi sejumlah jalan ibu kota sebagai bentuk penghormatan terakhir. Jenazah tiba di TPU sekitar pukul 10.13 WIB dan dimakamkan di Blok AA1.
Sederet tokoh publik, seperti mantan Gubernur Anies Baswedan, Gubernur Jakarta Pramono Anung, pengusaha jalan tol Jusuf Hamka, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri, hingga Presiden Prabowo Subianto turut melayat ke rumah duka.
1. Demo Serentak di Berbagai Kota

Sejak Jumat (29/08/2025), unjuk rasa berlangsung serentak di Jakarta, Bandung, Makassar, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Malang, Jember, dan berbagai kota lainnya. Ribuan massa turun ke jalan, menyuarakan keadilan bagi Affan. Mulai dari aksi solidaritas, doa bersama, hingga aksi damai. Namun, banyak aksi berujung bentrokan dengan aparat.
2. Polisi Ungkap Diungkap Tujuh Pelaku Pelindas Affan ke Publik
Polri menghadirkan tujuh anggota Brimob yang berada di dalam rantis saat Affan terlindas. Ketujuh pelaku yakni Aipda M. Rohyani, Briptu Danang, Briptu Mardin, Baraka Jana Edi, Baraka Yohanes David, Bripka Rohmat, dan Kompol Cosmas K Gae. Nama-nama tersebut disampaikan Irjen Asep di hadapan massa yang menggelar aksi unjuk rasa di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (29/08/2025).
Tindakan yang diambil mencakup penahanan internal di Mako Brimob, pemeriksaan etik oleh Divisi Propam, serta penyidikan pidana yang berjalan paralel dengan pengawasan Kompolnas.
3. Jakarta Jadi Titik Aksi Terbesar
Bentrok paling besar berpusat di Jakarta. Mako Brimob Kwitang dan Polda Metro Jaya menjadi titik utama hingga malam. Tidak sedikit demonstran yang terlibat bentrokan dengan aparat.
Kerusuhan meluas hingga menyebabkan merusak dan membakar sejumlah fasilitas umum, termasuk tujuh halte TransJakarta.
4. Kerusakan Terparah di Makassar hingga Telan 4 Korban Jiwa

Selain Jakarta, Makassar menjadi salah satu titik kerusuhan paling parah. Pasalnya, gedung DPRD Sulawesi Selatan digeruduk dan dibakar massa hingga menelan empat korban jiwa yang terdiri dari pegawai pemerintahan dan masyarakat sipil pada Jumat (29/08/2025).
Empat korban itu adalah Syaiful, 43, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Ujung Tanah; Muhammad Akbar Basri, seorang fotografer Humas DPRD Kota Makassar; Sarinawati, salah satu staf DPRD Makassar; dan Rusdamdiansyah, 21, seorang pengemudi ojek online, tidak terlibat langsung dalam insiden pembakaran gedung DPRD namun dikeroyok massa karena dikira sebagai intelijen aparat keamanan.
5. Gedung DPRD Diserang Massa
Gelombang kemarahan massa menyasar gedung-gedung DPRD di berbagai daerah, sebagian ada yang habis dibakar. Seperti Gedung DPRD Makassar Sulsel, Gedung DPRD Surakarta, Gedung DPRD Sumbawa Besar, hingga Gedung Negara Grahadi, dan Polsek Tegalsari di Surabaya.
6. Bangunan Cagar Budaya Gedung Grahadi di Surabaya Ikut Dibakar

Gedung Negara Grahadi ikut menjadi sasaran amukan massa saat demo Sabtu (30/08/2025). Gedung pemerintahan sekaligus bangunan cagar budaya itu hangus terbakar hampir tidak tersisa.
Berdiri sejak 1795, Gedung Negara Grahadi memiliki perjalanan sejarah panjang yang erat kaitannya dengan masa kolonial Belanda dan perkembangan pemerintahan di Jawa Timur.
7. Aksi Penjarahan di Rumah Anggota DPR hingga Menteri
Rumah sejumlah tokoh publik sekaligus anggota DPR RI yang belakangan viral tidak luput jadi sasaran amukan massa. Yakni, rumah anggota DPR RI Ahmad Sahroni di Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kemudian rumah anggota DPR RI Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio; rumah politikus PAN Surya Utama alias Uya Kuya di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur; artis dan juga anggota Komisi IX DPR RI Nafa Urbach, serta rumah pribadi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kabarnya ikut dijarah orang-orang tidak dikenal.
Rumah mereka bukan saja berantakan, aksi vandalisme hingga berbagai barang yang ada di rumah turut jadi sasaran amukan.
8. Surya Paloh Nonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach dari Partai

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari keanggotaan partai Nasdem per 1 September 2025. Keduanya dinonaktifkan lantaran menyampaikan ucapan yang dianggap mencederai perasaan rakyat hingga menimbulkan konflik.
Hal itu tertuang langsung dalam siaran pers Partai Nasdem yang ditandatangani Ketum Nasdem Surya Paloh dan Sekjen Nasdem Hermawi Taslim per Minggu (31/08/2025).
9. TikTok Nonaktifkan Fitur Live
Platform media sosial TikTok secara sukarela menonaktifkan atau menangguhkan fitur “LIVE” atau siaran langsungnya di Indonesia sejak Sabtu malam (30/08/2025). Sebelumnya, fitur ini banyak digunakan pengguna untuk menayangkan kondisi demo dan aksi massa dalam satu pekan terakhir.
10. PAN Ikut Nonaktifkan Uya Kuya dan Eko Patrio
Usai Partai Nasdem, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) resmi menonaktifkan dua kadernya, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya per 1 September 2025.
Penonaktifan tersebut diketahui melalui surat yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Ketua Umum Zulkifli Hasan dan Wakil Ketua Viva Yoga Mauladi pada Minggu (31/08/2025).
11. 3 Poin Penting Pesan Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan resmi usai menggelar rapat dengan sejumlah pimpinan partai politik serta lembaga negara di Jakarta, Minggu (31/08/2025). Dalam kesempatan itu, Prabowo didampingi jajaran pimpinan MPR, DPR hingga seluruh partai politik. Ada tiga poin penting yang patut diperhatikan.
- Pertama, menghormati kebebasan berpendapat yang disampaikan secara damai.
- Kedua, beberapa anggota DPR yang dinilai menyampaikan pernyataan keliru diberhentikan dari keanggotaannya sejak Senin, 1 September 2025, serta penghapusan tambahan tunjangan bagi anggota DPR serta moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.
- Ketiga, perintahkan untuk mengambil tindakan setegas-tegasnya terhadap segala bentuk perusakan fasilitas umum, penjarahan rumah warga, maupun tempat-tempat umum atau pusat ekonomi, sesuai hukum yang berlaku.
Baca Juga: Ojol Doa Bersama untuk Almarhum Affan Kurniawan di Mapolres Mojokerto Kota
Namun, memastikan pemerintah tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menginstruksikan pimpinan DPR RI untuk segera mengundang tokoh masyarakat, mahasiswa, serta perwakilan kelompok yang ingin menyampaikan aspirasinya. Dia berharap dialog dapat dilakukan secara langsung agar masukan masyarakat benar-benar terserap dan terlaksana.
Inilah deretan peristiwa maupun aksi yang terjadi pasca ojol Affan Kurniawan meninggal dunia. Semoga Indonesia kembali pulih seperti sedia kala dan tidak ada perpecahan maupun kerusuhan dengan mengatasnamakan solidaritas!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








