TUBAN, Tugujatim.id – Tidak seluruh jemaah haji Kabupaten Tuban berangkat dalam kloter murni. Pada musim haji 2026, sebanyak 151 jemaah haji Tuban harus bergabung dengan kloter dari Kabupaten Lamongan.
Penggabungan ini dilakukan karena jumlah jemaah haji Tuban yang tersisa tidak mencukupi untuk membentuk satu kloter penuh. Meski demikian, penggabungan kloter tersebut dipastikan tidak mengurangi hak maupun kualitas pelayanan bagi jemaah asal Bumi Wali.
Baca Juga: Ratusan Calon Jemaah Haji Mojokerto Kategori Risiko Tinggi
Seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dan telah menjadi pola yang lazim diterapkan dalam penyelenggaraan haji.
Berdasarkan jadwal resmi Embarkasi Surabaya, total jemaah haji Tuban tahun 2026 tercatat sebanyak 1.647 orang. Dari jumlah tersebut, empat kloter penuh akan diisi seluruhnya oleh jemaah Tuban, yakni Kloter 26, 27, 28, dan 29. Masing-masing kloter berisi 374 jemaah.
Sementara sisa jemaah sebanyak 151 orang akan ditempatkan dalam Kloter 30 Embarkasi Surabaya bersama jemaah asal Kabupaten Lamongan. Penggabungan ini dilakukan setelah proses pembagian kloter rampung dan diketahui masih terdapat sisa jemaah di luar empat kloter utama.
Jemaah dalam Kloter Campuran Miliki Hak Sama
Plt Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tuban Abdul Ghofur menjelaskan, satu kloter haji memiliki kuota tetap sebanyak 374 orang. Ketika jumlah jemaah dari satu daerah tidak mencapai angka tersebut, maka penggabungan dengan daerah lain menjadi pilihan yang harus ditempuh.
“Setelah dibagi, Tuban mendapatkan empat kloter penuh. Namun masih ada sisa 151 jemaah. Karena tidak cukup untuk satu kloter utuh, maka digabung dengan kabupaten yang berangkat setelah Tuban, yaitu Lamongan,” jelasnya.
Ghofur menegaskan, jemaah yang tergabung dalam kloter campuran tetap mendapatkan pelayanan yang sama, baik dari sisi transportasi, akomodasi, maupun pembimbingan ibadah selama berada di Tanah Suci.
“Tidak ada perbedaan antara kloter murni dan kloter gabungan. Semua jemaah dilayani dengan standar yang sama,” tegasnya.
Baca Juga: 8 Jemaah Haji Tuban Tunda Berangkat pada 2026, Kuota Diganti Antrean Cadangan
Dia juga menyampaikan bahwa jemaah haji Tuban dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya menyesuaikan jadwal penerbangan yang telah ditetapkan Kemenhaj. Penerbangan jemaah menuju Arab Saudi berlangsung pada rentang 27-29 April 2026.
Meski berada dalam kloter gabungan, seluruh jemaah asal Tuban tetap akan diberangkatkan bersama-sama dari daerah asal. Pola pemberangkatan ini tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Keberangkatan dari Tuban tetap terpusat. Jemaah akan dikumpulkan di Pendapa Kridha Manunggal, kemudian bersama-sama menuju Asrama Haji Surabaya,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








