TUBAN, Tugujatim.id – Maraknya arus informasi di media sosial membawa dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Di satu sisi memudahkan akses informasi, namun di sisi lain juga memicu penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga konten negatif yang perlu diantisipasi, terutama oleh generasi muda.
Berangkat dari kondisi tersebut, ratusan anggota Karang Taruna di desa-desa sekitar kawasan proyek GRR Tuban mengikuti Kelas Bareng Karang Taruna, sebuah program edukasi yang mengangkat tema literasi digital, etika bermedia sosial, dan pembuatan konten kreatif.
Kegiatan yang berlangsung selama Juni hingga Juli 2026 itu digelar di enam desa, yakni Beji, Mentoso, Wadung, Sumurgeneng, Rawasan, dan Kaliuntu.
Dorong Pemuda Jadi Penyebar Informasi Positif
Tokoh pemuda Desa Beji, Fatkhul Niam (32), menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi pengurus Karang Taruna, baik dalam pengelolaan organisasi maupun pemanfaatan media sosial secara bertanggung jawab.

“Acara ini sangat bermanfaat mengingat kami di Karang Taruna memerlukan pengetahuan tambahan dalam berorganisasi, di antaranya mengenai tertib administrasi dan cara bermedia sosial. Semoga kegiatan ini dapat berlanjut sehingga teman-teman Karang Taruna bisa menyebarkan sisi positif, kabar baik, dan informasi yang baik dari Desa Beji melalui konten yang kreatif,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wildan (25), pengurus Karang Taruna Satya Muda Karya Desa Mentoso. Ia berharap kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan dengan menghadirkan materi lain yang bermanfaat bagi generasi muda desa.
Bekal Literasi Digital untuk Karang Taruna
Pjs. Senior Project Manager EW GRR Tuban, Febrian Dwi Prastyo, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menekan penyebaran informasi negatif di ruang digital.
“Penyebaran informasi yang masif saat ini memerlukan kedewasaan dalam menyikapinya. Karang Taruna sebagai ujung tombak generasi muda yang melek teknologi dan informasi di desa harus mengambil langkah proaktif untuk ikut mengurangi penyebaran informasi negatif,” katanya.
Ia berharap para peserta mampu menjadi agen penyebar informasi yang bertanggung jawab dan menghadirkan konten-konten positif di lingkungan masing-masing.
Sebanyak 160 pengurus dan anggota Karang Taruna mengikuti program tersebut. Selain memperoleh materi etika bermedia sosial, peserta juga dibekali pelatihan membuat konten media sosial yang efektif serta pengelolaan dokumen dan arsip organisasi.
Program ini merupakan kolaborasi antara PT Pertamina Patra Niaga Project Early Work (EW) GRR Tuban dan PRPP sebagai bagian dari dukungan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Mochamad Abdurrochim








