• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Erupsi Gunung Semeru.

Ilustrasi Erupsi Gunung Semeru. (Foto: Fahmi Irmanto/Magang)

17 Deretan Catatan Erupsi Gunung Semeru Tahun 2025–2026: Frekuensi Letusan, Skala, dan Dampaknya

Dwi Linda by Dwi Linda
5 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

LUMAJANG, Tugujatim.id – Erupsi Gunung Semeru selama 2025 hingga awal 2026 terpantau masih fluktuatif dengan intensitas erupsi yang terjadi hampir setiap hari. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau perkembangan gunung api ini karena statusnya masih berada pada level waspada hingga kini.

Gunung Semeru merupakan gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa. Selain itu, letaknya yang berada di busur vulkanik Sunda, Semeru merupakan salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia dan tercatat terus menunjukkan aktivitas vulkaniknya hingga kini.

You might also like

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

21/07/2026 11:17 AM
Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

21/07/2026 10:00 AM

Berita terbaru menunjukkan erupsi Gunung Semeru terjadi pada pada pukul 06.00 pada Minggu (15/02/2026). Erupsinya menghasilkan kolom abu dengan ketinggian ±700 meter di atas puncak.

Baca Juga: Trauma Healing, Polwan Lumajang Bikin Ceria Bocah-Bocah Korban Erupsi Semeru

Erupsi seperti ini hampir terjadi setiap hari di Gunung Semeru, sehingga PVMBG masih menetapkan Gunung Semeru di Level III. Masyarakat di sekitar lereng Semeru juga dihimbau untuk tetap menjaga jarak dan tidak melakukan aktivitas dalam radius sekitar 13 kilometer.

Artikel di bawah ini akan memberikan rangkuman erupsi Gunung Semeru periode 2025–2026, lengkap dengan frekuensi letusan, skala, hingga dampak yang dihasilkan.

Tipe Aktivitas Erupsi Gunung Semeru

Aktivitas erupsi Gunung Semeru terjadi karena gerakan Lempeng Indo-Australia yang masuk ke bawah Lempeng Eurasia. Batuan di dalam bumi tersebut leleh dan menghasilkan magma yang berkumpul di bawah kawah Semeru.

Dari kondisi geologis ini, erupsi Gunung Semeru biasanya membentuk jenis letusan Strombolian, yaitu letusan kecil yang mengeluarkan abu, gas, dan batu pijar, namun terjadi berulang-ulang. Kadang-kadang letusan Gunung Semeru dapat membesar dan lebih eksplosif yang menghasilkan awan panas guguran (APG).

Di Semeru sendiri, APG mengalir ke arah tenggara melewati jalur-jalur sungai, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Sat, dan Besuk Kembar. APG ini sangat berbahaya karena memiliki suhu yang sangat tinggi dengan kecepatan meluncur hingga lebih dari 100 km/jam.

Catatan Perjalanan Erupsi Gunung Semeru 2025–2026

Sebenarnya erupsi Gunung Semeru tidak pernah berhenti di beberapa tahun terakhir ini, mulai dari letusan kecil hingga letusan besar. Di 2025 sendiri, Gunung Semeru mencetak rekor dengan letusan terbanyak dengan catatan mencapai 2.812 kali letusan, dari letusan kecil hingga besar.

Baca Juga: Pemulihan Terhambat Zona Berbahaya, 571 Rumah di Lumajang Padam Imbas Erupsi Semeru

Data ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik di Gunung Semeru tidak pernah sepenuhnya berhenti dan terus menunjukkan status aktifnya hingga saat ini. Berikut ini adalah rangkuman erupsi Gunung Semeru yang signifikan terjadi di tahun 2025–2026.

1 Januari 2025

Hari pertama 2025, Gunung Semeru menunjukkan aktivitasnya dengan 10 kali erupsi. Namun, hanya terjadi 1 letusan visual, yaitu letusan yang bisa terlihat mata secara langsung, sedangkan sembilan letusan lainnya tidak terlihat karena kabut.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 01.12 WIB dan berlanjut, hingga letusan kesepuluh yang terjadi pada pukul 18.27 WIB. Saat itu, Gunung Semeru berada di Level II atau status waspada.

8 Januari 2025

Terjadi letusan besar di awal tahun dimana kolom letusan mencapai 2 kilometer dan awan panas guguran (APG) mencapai 1 kilometer ke arah tenggara. CCTV juga menangkap asap vulkanik bergerak ke selatan-barat daya.

Tercatat hari itu terjadi hingga 43 gempa letusan, 3 gempa guguran, dan 8 gempa hembusan. Walaupun MAGMA mencatat Gunung Semeru berada di Level II (Waspada), namun beberapa laporan menetapkan Gunung Semeru berada di Level III (Siaga).

6 Februari 2025

Dalam sepekan, Gunung Semeru tercatat menunjukkan aktivitas vulkanik secara konsisten, yaitu hingga 67 erupsi. Tinggi letusan sekitar 400 meter di atas puncak dan tercatat terjadi hingga 56 gempa letusan, 3 gempa hembusan, dan 1 gempa harmonik.

Visual letusan tidak teramati dan status gunung kembali ke Level II (Waspada).

12 Maret 2025

Di bulan berikutnya, letusan signifikan kembali terjadi dengan kolom abu mencapai 1 kilometer di atas puncak atau sekitar 4.676 mdpl. Terlihat abu putih-kelabu tebal mengarah ke arah timur laut dan timur.

Tercatat telah terjadi 71 gempa letusan, 7 gempa hembusan, dan 2 gempa harmonik, namun status gunung masih berada di Level II.

15 April 2025

Pada pagi hari, Gunung Semeru sudah mengalami lima kali erupsi dengan tinggi kolom abu 500 meter hingga yang paling tinggi 1 kilometer pada pukul 09.18 WIB. Beberapa erupsi lainnya tidak bisa teramati karena kabut tebal.

Pada hari itu, gempa letusan terjadi hingga 43 kali, gempa guguran terjadi 2 kali, dan gempa hembusan terjadi 4 kali.

28 Mei 2025

Lima bulan pertama pada tahun 2025, Gunung semeru telah tercatat mengalami 1.716 kali erupsi. Di tanggal 28 Mei, letusan besar dan akumulasi kolom abu meningkat hingga 1,2 kilometer. Abu putih-kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke timur laut.

Gempa letusan terjadi 43 kali dalam sehari dengan 1 kali gempa guguran dan 9 kali gempa hembusan. Walaupun intensitas letusan meningkat, Semeru masih berada di Level II (Waspada).

3 Juni 2025

Walaupun sebagian visual tidak bisa teramati, laporan menunjukkan kolom abu Gunung Semeru mencapai 1 kilometer dengan jumlah erupsi hingga 37 kali. Terjadi juga 2 kali gempa hembusan, 2 kali gempa harmonik, dan 4 kali gempa tektonik jauh.

Hal ini mengindikasikan tidak hanya kawah gunung, tetapi daerah sekitar Semeru merupakan kawasan aktif yang sewaktu waktu dapat menghasilkan aktivitas vulkanik lainnya yang lebih besar.

9 Juli 2025

Gunung Semeru masih berada di Level II (Waspada), namun intensitas erupsi masih terus terjadi hingga menimbulkan awan panas guguran (APG). Kolom abu putih-kelabu dengan intensitas tebal membumbung hingga 1 kilometer dan APG mencapai 4 kilometer ke arah tenggara.

15 Juli 2025

Seminggu setelahnya, Gunung Semeru kembali erupsi sebanyak 36 kali. Hari itu, kolom abu juga terlihat makin tinggi hingga 1,2 kilometer di atas puncak. Kolom abu berwarna putih kelabu mengarah ke utara dan barat daya, namun gunung masih berada di Level II.

28 Oktober 2025

Akhir bulan Oktober, status Gunung Semeru dilaporkan meningkat dari Level II menjadi Level III (Siaga). Hal ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru. Tercatat terjadi 122 erupsi dalam sehari, 10 gempa guguran, dan 11 gempa hembusan.

Puncak tertinggi kolom abu putih-kelabu mencapai 700 meter di atas puncak dengan intensitas tebal ke arah barat daya.

6 November 2025

Status gunung kembali ke Level II namun aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih tampak tinggi. Dari catatan aktivitas kegempaan, Gunung Semeru alami erupsi sebanyak 147 kali, 25 kali gempa guguran, dan 7 gempa hembusan. Hingga tanggal 6 November 2025, tercatat sudah terjadi 2.766 gempa letusan sejak awal tahun 2025.

19 November 2025 (Puncak Krisis)

Puncak krisis Gunung Semeru terjadi di tanggal 19 November 2025 yang mengakibatkan kenaikan status menjadi Level III (Siaga) dan naik lagi ke Level IV (Awas) dalam hitungan jam saja. Erupsi besar terjadi menghasilkan kolom abu hingga 2 kilometer di atas puncak dan awan panas guguran hingga 13,8 kilometer menuju ke arah tenggara-selatan.

Material gunung yang mengakibatkan banjir lahar dingin mencapai Jembatan Gladak Perak, 13 kilometer dari Gunung Semeru. Peristiwa ini mengakibatkan ribuan warga mengungsi dan ratusan ternak mati. Aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih terus berlanjut pasca-erupsi.

5 Desember 2025

Aktivitas pasca-erupsi masih berlanjut hingga bulan berikutnya. Walaupun status gunung kembali ke Level III, erupsi masih terjadi hingga 35 kali dalam waktu 6 jam saja dan kolom abu terlihat masih tinggi hingga 1000 meter di atas puncak.

Selain itu, guguran lava pijar terlihat mengarah ke Besuk Kobokan sejauh 1000 meter dan banjir lahar hujan memutus jalur Lumajang-Malang di sekitar Jembatan Besuk Kobokan.

21 Desember 2025

Menjelang akhir tahun, aktivitas Gunung Semeru makin meningkat. Walaupun visual erupsi tidak teramati, tinggi kolom abu dilaporkan hingga 1.200 meter. Dipicu oleh hujan deras, banjir lahar dingin besar yang membawa material pasir dan batu juga merendam beberapa pemukiman di Dusun Langsep.

14 Januari 2026

Gunung Semeru terus mengalami erupsi hingga 40 kali. Jumlah ini memang tidak terlalu signifikan dibandingkan erupsi Semeru sebelumnya. Namun, terjadi juga awan panas guguran dengan jarak luncur hingga 5 kilometer yang sebelumnya juga sudah pernah terjadi di tanggal 9 dan 11 Januari 2026.

11 Februari 2026

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru makin meningkat dengan terjadinya lima 5 kali erupsi di pagi hari. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang juga terlihat hingga 1000 meter di atas puncak mengarah ke arah timur laut.

14 Februari 2026

Erupsi Gunung Semeru terakhir dengan kondisi yang signifikan terjadi pada tanggal 14 Februari 2026. Hari itu, terdapat rentetan erupsi besar pada pagi hari hingga lebih dari 2 kilometer di atas puncak. Selain itu, terjadi juga awan guguran panas pertama dengan jarak luncur hingga 6 kilometer dan awan guguran panas kedua dengan jarak luncur 4 kilometer.

Dari rangkuman erupsi Gunung Semeru periode 2025–2026 di atas menunjukkan bahwa Gunung tertinggi di Jawa ini tidak sepenuhnya tidur. Aktivitas vulkanik terus terjadi dan sewaktu-waktu meningkat menjadi erupsi signifikan yang dapat menjangkau kawasan permukiman dan aliran sungai di sekitarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Azmi Azaria Fidaroini

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Abu Vulkanik SemeruBerita aktivitas Gunung SemeruBerita Kabupaten Lumajang hari iniCatatan erupsi Gunung SemeruErupsi Semeru 2025-2026Kabupaten Lumajang hari iniLumajang
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Next Post
Hari Pekerja Indonesia.

Beda dari May Day, Berikut Sejarah Singkat Hari Pekerja Indonesia Tiap 20 Februari

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID