26 Tersangka yang Gelar Pesta di Vila saat PPKM Darurat di Kota Batu Jalani Sidang Tipiring

  • Bagikan
Para pelaku pesta menunggu giliran untuk menjalani sidang Tipiring di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Batu, Rabu (14/7/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Para pelaku pesta menunggu giliran untuk menjalani sidang Tipiring di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Batu, Rabu (14/7/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id – Sebanyak 24 pelaku pesta di Villa Savira Panderman Hill Kota Batu menjalani sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Selain itu 2 pemilik vila juga menjalani sidang Tipiring yang dilakukan di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Batu, Rabu (14/7/2021). 26 orang tersebut menjalani kasus lantaran lalai dan justru menggelar pesta di sebuah vila di masa pemberlakuan PPKM Darurat.

Untuk diketahui, 24 pelaku ini kedapatan telah menggelar pesta disertai live musik dan minum minuman keras di sebuah vila di Kota Batu, pada Rabu (7/7/2021) lalu, Di mana pesta tersebut digelar di tengah kebijakan PPKM Darurat.

Selain 24 pelaku utama,pemilik vila juga terseret dalam kasus ini dan ditetapkan menjadi tersangka lantaran dinilai abai dan menyewakan pesta tersebut untuk agenda pesta.

TY (24), salah satu pelaku pesta menuturkan bahwa telah mengaku bersalah atas apa yang diperbuat. Dia juga siap membayar denda administrasi yang akan diputuskan pengadilan.

“Sebetulnya kami sudah menerapkan prokes, kami juga sudah swab dan semua negatif. Pesta itu untuk ulang tahun saya yang ke-24,” ujar perempuan asal Malang itu.

Sementara itu, Kapolres Batu, AKBP Catur C Wibowo yang juga meninjau sidang tersebut menuturkan, mereka dimasukkan dalam Tipiring lantaran telah mengakui kesalahannya.

“22 pelaku pesta dan dua pemilik vila itu memang disidang tipiring hari ini. Ini akan kita jadikan bahan evaluasi untuk kegiatan kegiatan penegakan lainnya,” ucapnya.

Dia berharap dengan penegakan hukum dalam PPKM Darurat ini juga bisa dijadikan bahan evaluasi bagi pelaku maupun masyarakat Kota Batu.

“Dendanya tentu sesuai keputusan hakim, mungkin ada yang didenda Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu. Tergantung putusannya, yang memutuskan hakim,” ujarnya.

  • Bagikan