3 Es Legendaris yang Cocok untuk Buka Puasa

  • Bagikan
Es teler Dempo. (Foto: IG @geraiesdempono.8/Tugu Jatim)
Es teler Dempo. (Foto: IG @geraiesdempono.8/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Saat berbuka puasa, alangkah baiknya diawali dengan menyantap sajian yang manis. Namun, akan berbeda jika rasa manis itu dipadukan dengan serutan es. Selain menyegarkan, dipastikan bisa membuat rasa haus seharian berpuasa terbayarkan. Nah, inilah tiga rekomendasi kuliner minuman es legendaris yang cocok dijadikan menu berbuka puasa:

1.Es Dempo

Es teler Dempo. (Foto: IG @geraiesdempono.8/Tugu Jatim)
Es teler Dempo. (Foto: IG @geraiesdempono.8/Tugu Jatim)

Berlokasi di Jalan Gede, Kota Malang, tepatnya di belakang bangunan SMA Katolik Santo Albertus (SMA Dempo). Es Teler Dempo menjadi salah satu kedai yang masih eksis sejak 1978 hingga sekarang. Aneka es menyegarkan dimasukkan dalam daftar menu. Mulai dari Mocca Durian dan Teler Durian, Es Durian, Es Mocca, Es Teler, Es Buah, Es Campur, Es Kacang Hijau, dan Es Degan.

Seporsi es segar ini disajikan dalam mangkuk yang terdiri dari buah alpukat, nangka, degan (kelapa muda), gula Jawa, dan susu kental manis sebagai pelengkap. Sensasi kesegarannya makin istimewa saat pembeli memesan tambahan durian dengan ukuran besar. Ataupun es moka durian. Si menu andalan yang terdiri dari serutan es yang dicampur dengan durian dan alpukat serta disiram sirup mocca sebagai pelengkap.

2. Es Santan 68

Es Santan 68. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)
Es Santan 68. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)

Kuliner sederhana yang terletak di Jalan Sempu, Kecamatan Klojen, Kota Malang, ini banyak digemari berbagai kalangan. Selain cita rasanya yang unik, tampilannya juga menarik, Es Santan 68 juga terbilang legendaris sejak 1968.

Satu gelas Es Santan disajikan dengan susunan kenikmatan ketan hitam, tape, dan cendol yang dicampur dengan santan, sirup, dan serutan es. Makin istimewa saat di atas gelas tersebut ditutup dengan roti tawar yang disiram sirup merah sebagai topping pemanis. Hal itu membuat es bercita rasa asam, manis, dan gurih makin menggoda.

Di samping itu, tak sedikit yang menyebut es ini sebagai Es Pink karena tampilannya yang menyita pandangan mata. Yakni, berwarna merah muda. Di mana warna putih berasal dari santan dan warna merah yang berasal dari sirupnya.

3. Es Teh Manis

Es Teh. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)
Es Teh. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ya, es teh manis tampaknya sudah sangat familier di telinga. Bahkan saat Ramadhan pun, minuman sejuta umat itu masih menjadi pilihan minuman yang tepat. Rasanya yang menyegarkan, manis, ditambah harganya yang murah meriah membuatnya begitu pas di lidah masyarakat lokal, tak terkecuali di Kota Malang.

Dilansir dari Kumparanfood, Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof Dr Ir Murdijati-Gardjito mengatakan, minuman “teh” secara ekstensif dikenal masyarakat Indonesia sejak Belanda masuk ke Pulau Jawa yang datang melalui jalur Maluku saat hendak berdagang rempah-rempah.

Kemudian, Belanda tertarik dengan keindahan dan kesuburan tanah Jawa serta Sumatera. Sehingga pada saat itu, tepatnya abad 17 atau sekitar tahun 1600-an, Belanda membawa tanaman teh ke Batavia (Jawa) melalui Pantai Sukabumi. Di sana, ditanamlah tanaman teh yang kini menjadi perkebunan.

Proses tersebut terus mengalami persebaran dan kemajuan. Termasuk hadirnya kemajuan teknologi terkait pembuatan es. Membuat orang Jawa pun mengenal sajian minuman dingin. Di antaranya, es teh manis yang sangat cocok untuk masyarakat daerah tropis.

  • Bagikan