• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pasar hewan. (Foto: Diskominfo/Tugu Jatim)

Pintu masuk Pasar Hewan yang berada di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban. (Foto: Diskominfo)

3 Pasar Hewan Sementara Ditutup, Ini Penjelasan Pemkab Tuban

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Pemkab Tuban resmi menutup sementara tiga pasar hewan, yaitu Pasar Hewan Jatirogo, Tuban, dan Kerek. Keputusan tersebut diambil pasca kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Tuban terus meluas hingga mencapai angka 684 ekor dengan jumlah kematian 6 ternak per 31 Mei 2022.

Kepala Bidang Peternakan DKPPP Kabupaten Tuban Pipin Diah Larasati menjelaskan, kasus virus PMK terus bertambah. Karena itu, dia mengatakan, dalam rangka upaya pengendalian dan penanggulangan PMK di Kabupaten Tuban, pengelola pasar hewan diminta sementara menutup operasionalnya mulai 1 -14 Juni 2022.

You might also like

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM
Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM

“Dua minggu kami tutup dulu pasar hewan di Tuban. Nanti jika kasus mereda, kemungkinan akan dibuka kembali,” tutur Pipin pada Rabu (01/06/2022).

Dia menjelaskan, penularan ini terjadi dengan cepat melalui berbagai macam media, termasuk manusia. Meski penyakit ini tidak menular pada manusia, tapi manusia bisa menjadi media penyebar virus dari satu hewan ke hewan lainnya.

Pipin mengingatkan, penyebaran virus PMK sangat cepat dan angka penularannya mencapai 100 persen. Karena itu, dia mengimbau peternak membatasi interaksi dengan ternak yang sakit.

“Jika terlalu banyak interaksi, manusia yang berada dalam kandang, peluang menjadi penyebar virus sehingga akan semakin meluas,” ungkapnya.

Pipin mengakui, banyaknya masyarakat yang menonton saat tim keswan melakukan pemeriksaan. Hal ini dapat berisiko virus menempel pada pakaian atau benda lain yang dipegang manusia.

Karena itu, dia memastikan kandang tetap steril dan melakukan desinfeksi secara mandiri menjadi langkah pencegahan paling efektif.

“Saya menyadari peternak khawatir, yang penting jangan ke kandang hewan yang sakit, jika memang harus pakai APD agar tidak jadi pembawa virus,” tegasnya.

Untuk diketahui, virus PMK menular dengan sangat cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak yang terinfeksi, baik kontak langsung maupun tidak langsung dengan hewan penderita. Medianya melalui droplet, leleran hidung, hingga serpihan kulit. Penularan juga bisa lewat angin, alas kandang yang terkontaminasi, hingga terbawa oleh manusia.

Karena itu, Pipin mengimbau agar petani maupun peternak tidak menyembunyikan ternaknya yang sakit. Jika terdapat gejala yang mengarah ke PMK, segera melapor ke petugas setempat. Dia meyakinkan, PKM bisa disembuhkan.

“Kami gerak cepat karena pada dasarnya PMK bisa disembuhkan asal ditangani dengan cepat. Banyak kasus kematian karena terlambat ditangani,” ujarnya.

Update terkini, wabah PMK telah menyebar ke 18 kecamatan, yaitu Kerek, Jatirogo, Semanding, Plumpang, Soko, Palang, Senori, Tambakboyo, Montong, Bancar, Rengel, Merakurak, Widang, Jenu, Grabagan, Kenduruan, Parengan, dan Bangilan.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Berita penutupan pasar hewanBerita penutupan pasar hewan di Kabupaten TubanBerita penyebaran virus PMK terkiniHewan terjangkit virus PMKHewan ternak diserang virus PMKKabupaten Tuban hari iniPasar hewanPasar hewan di TubanPasar Hewan Kabupaten TubanPasar Hewan Tuban
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

Next Post
Jokowi. (Foto: Sekretariat Presiden/Tugu Jatim)

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Ende NTT, Jokowi Ajak Anak Bangsa Membumikan Pancasila

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID