MOJOKERTO, Tugujatim.id – Potensi pohon tumbang masih menghantui wilayah Kabupaten Mojokerto. Tiga lokasi dilaporkan terjadi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, ukuran pohon yang tumbang bervariasi, mulai dari diameter 20-70 sentimeter.
Kejadian pertama dilaporkan terjadi di Mojotamping, Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Senin (26/02/2024). Pohon mangga dengan diameter sekira 55 sentimeter ambruk akibat terjangan angin kencang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tidak sampai satu jam, pohon tersebut berhasil dievakuasi.
Kejadian serupa turut terjadi di Belahan, Randubango, Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Sebuah pohon mahoni berdiameter sekira 60 sentimeter tumbang hingga menimpa atap teras rumah milik warga bernama Hindun. Apesnya, atap teras rumah tersebut rusak parah.
Evakuasi pohon tumbang ini memakan waktu sekira dua jam. Meski tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian materiil harus ditanggung Hindun karena atap teras rumah miliknya rusak parah.
Kejadian yang sama juga dilaporkan terjadi di Watukenongo, Pungging, Kabupaten Mojokerto. Pohon kersen dengan diameter sekira 25 sentimeter tumbang hingga mengganggu akses jalan umum. Beruntung, tim gabungan dapat segera mengevakuasinya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengatakan, potensi bencana hidrometeorologi masih tergolong tinggi. Meski sempat diprediksi akhir Februari menjadi titik reda bencana hidrometeorologi, namun potensi bencana masih tampak.
“Potensi (bencana) memang masih lumayan. Maka kami imbau untuk semua elemen untuk tetap waspada, tetap tanggap, dan segera lapor bila terjadi sesuatu,” ujar Khakim, Selasa (27/02/2024).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








