PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Tiga rumah warga di Dusun Karanglo, Desa Semampir, Kabupaten Probolinggo, dilalap si jago merah saat terjadi pemadaman listrik bergilir, Jumat malam (19/06/2026). Kebakaran rumah di Probolinggo diduga dipicu nyala lilin yang digunakan sebagai penerangan di salah satu rumah.
Kobaran api dengan cepat membesar dan merembet ke dua rumah di sebelahnya. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi sekaligus berupaya memadamkan api agar tidak semakin meluas.
Baca Juga: Rumah Dua Lantai di Tambaksari Surabaya Terbakar, 10 Penghuni Berhasil Selamat
Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, warga bergotong royong mengambil air dari sungai menggunakan ember untuk memadamkan api.
Suci, salah seorang warga setempat, mengatakan, warga berusaha memadamkan api secara manual karena khawatir kobaran api merembet ke rumah-rumah lainnya.
“Warga mengambil air dari sungai menggunakan ember untuk memadamkan api karena khawatir kobaran api merembet ke rumah lainnya. Apalagi jarak antar rumah di lokasi cukup berdekatan,” ujarnya.
Salah seorang pemilik rumah di Probolinggo yang terdampak, Makni, mengaku tidak mengetahui rumahnya terbakar karena saat kejadian dirinya sedang bekerja di pasar. Sementara suaminya juga sedang berada di luar rumah.

Dia baru mengetahui musibah tersebut setelah mendapat kabar dari warga. Saat tiba di lokasi, api sudah membakar rumahnya bersama dua rumah lainnya.
Selain bangunan rumah, Makni mengatakan, uang tunai sekitar Rp500 ribu yang disimpan di dalam rumah ikut hangus terbakar. Sejumlah barang berharga dan dokumen penting juga tidak sempat diselamatkan.
“Saya tidak tahu, waktu itu saya masih kerja di pasar. Bapak juga sedang di luar. Tahu-tahu dikabari kalau rumah kebakaran,” tuturnya.
Meski mengalami kerugian cukup besar, Makni mengaku belum bisa memperkirakan total kerugian akibat peristiwa tersebut karena masih fokus membersihkan sisa-sisa kebakaran.
Petugas Terkendala Lokasi Sempit untuk Pemadaman
Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo mengerahkan empat unit armada untuk menjinakkan kobaran api. Setelah berjibaku sekitar 30 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet ke bangunan lainnya.
Kepala Seksi Investigasi dan Pendataan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo Mustopo mengatakan proses pemadaman sempat terkendala akses menuju lokasi yang berada di gang sempit sehingga armada tidak dapat mendekati titik kebakaran.
“Petugas sedikit mengalami hambatan karena akses menuju lokasi cukup sempit dan jauh dari jangkauan kendaraan pemadam. Namun, alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” katanya.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Batu Hanguskan Dua Bangunan, Kerugian Tembus Rp700 Juta
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu lilin yang digunakan pemilik rumah saat listrik padam. Lilin tersebut diduga jatuh dan menyambar material yang mudah terbakar hingga api dengan cepat membesar.
“Dugaan sementara api berasal dari lilin yang jatuh dan mengenai material yang mudah terbakar. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” pungkas Mustopo.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Damkar mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati menggunakan lilin sebagai penerangan saat terjadi pemadaman listrik, serta memastikan lilin diletakkan di tempat yang aman dan jauh dari benda-benda yang mudah terbakar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Umi Kulsum
Editor: Dwi Lindawati








