JEMBER, Tugujatim.id – Kesedihan mendalam menyelimuti Kabupaten Jember setelah tiga putra daerah menjadi korban dalam insiden robohnya gedung musala bertingkat di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Satu di antara santri di Jember ini meninggal dunia.
Peristiwa yang terjadi di bangunan lantai empat tersebut merenggut nyawa salah satu santri, sementara dua lainnya mengalami luka-luka. Kabar tersebut diungkap pihak Dinas Kesehatan Jember melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Imam Firdausi yang mengonfirmasi identitas para korban.
Baca Juga: Jumlah Korban Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny Jadi 14 Meninggal Dunia, 49 Masih Hilang
Ketiga santri di Jember itu adalah Moh. Fathur Ramadhani yang berasal dari Kecamatan Bangsalsari, kini mendapat perawatan medis intensif di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung pasca dievakuasi dari lokasi kejadian.
Kabar duka datang dari Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas yang tidak tertolong nyawanya akibat cedera parah. Prosesi pemakaman telah digelar di Tanggul pada Rabu pagi (01/10/2025), sekitar pukul 10.00.
Sementara untuk santri di Jember yang ketiga bernama Moh. Aqil yang juga berasal dari Bangsalsari. Data dan kondisinya masih dalam proses verifikasi.
“Kami tengah melakukan pengecekan menyeluruh terkait Aqil. Bila diperlukan, armada ambulans dari Jember siap dikirim,” kata Imam saat dikonfirmasi pada Sabtu (04/10/2025).
Kondisi Korban Selamat asal Jember
Proses pemindahan Fathur ke Jember berlangsung dengan menggunakan ambulans milik Puskesmas Tanggul yang dikawal dua petugas, seorang pengemudi dan tenaga medis. Pada Rabu (01/10/2025), tim berangkat menuju RS Siti Hajar Sidoarjo untuk menjemput pasien.
Sehari kemudian, usai kunjungan dari Kementerian Kesehatan, Fathur dipindahkan ke RSD Balung. Juru bicara RSD Balung, Rangga Andri Ekananta, menyebutkan koordinasi telah dilakukan dengan tim medis Sidoarjo sebelum pemindahan.
“Tim IGD kami bersiaga penuh memastikan keselamatan pasien sepanjang perjalanan. Ruang rawat inap pun telah disiapkan,” jelasnya.
Dia mengatakan, kini Fathur dalam kondisi sadar dan stabil meski masih mengalami cedera cukup serius.
“Lengan kirinya mengalami trauma hebat. Kedua kakinya, khususnya area punggung kaki, juga terluka. Pasien masih membutuhkan kursi roda untuk mobilitas,” tutur Rangga. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








