SITUBONDO, Tugujatim.id – Ratusan petani Situbondo penggarap lahan melon mendapat kompensasi berupa hewan ternak dari pemerintah daerah setelah mata pencaharian mereka hilang akibat pembangunan Kawasan Strategis Nasional (KSN) berupa Bandara KHR. As’ad Syamsul Arifin (KASA).
Dalam distribusi gelombang kedua yang digelar Rabu (21/01/2026), sebanyak 250 kambing dan 125 sapi diserahkan kepada para petani Situbondo yang kehilangan sumber penghasilan karena area garapan mereka di Banongan, Kelurahan Wringin, Kecamatan Asembagus, beralih fungsi menjadi zona kepentingan pertahanan nasional.
Baca Juga: Pemkab Operasikan Layanan Medis Darurat Gratis di Tengah Kepungan Banjir Situbondo
Mekanisme pemberian mengikuti pola yang sudah dirancang, yakni setiap penerima memperoleh seekor sapi ditambah dua ekor kambing.
Kepala Kecamatan (Camat) Asembagus Faishol Afandi menegaskan bahwa proses penyaluran dilaksanakan melalui sistem berjenjang demi ketepatan sasaran penerima manfaat.
“Pemberian kompensasi ini kami lakukan secara gradual, bukan sekaligus. Seluruh petani yang masuk dalam data tetap akan memperoleh bagiannya. Ini wujud komitmen bahwa pemerintah hadir dan memastikan tak ada satu pun yang terlewat,” terang Faishol.
Total 1.004 Petani Terima Program Kompensasi
Menanggapi viralnya rekaman di platform digital yang memperlihatkan seorang buruh tani mengaku belum mendapat bantuan pada fase awal, Faishol memberikan klarifikasi bahwa nama yang bersangkutan sudah terdaftar dan masuk kuota penerima fase kedua.
“Sistem kami bertahap. Orang tersebut ada dalam daftar penerima gelombang dua ini. Jadi, klaim bahwa ada petani yang terabaikan tidak berdasar,” tegasnya.
Total keseluruhan, program kompensasi ini menjangkau 1.004 petani Situbondo dengan paket yang sama untuk setiap orang. Inisiatif ini mencerminkan keseriusan pemerintah pusat dan lokal supaya proyek bandara tidak sekadar fokus pada aspek pertahanan dan pembangunan fisik, namun juga menyentuh dimensi keadilan bagi masyarakat.
Beberapa penerima bantuan mengungkapkan rasa syukur dan optimisme baru setelah berhenti dari pekerjaan menggarap lahan melon. Buasim, penduduk Kelurahan Trigonco di wilayah Asembagus, mengaku bantuan tersebut mengembalikan semangatnya.
Baca Juga: Petani Milenial dan PKK Situbondo Jajaki Kolaborasi Ekonomi Hijau Berbasis Pekarangan
“Perasaan saya sangat gembira. Tadinya bingung setelah tidak lagi jadi buruh melon. Berkat sapi dan kambing ini, semangat hidup saya bangkit kembali. Mudah-mudahan Situbondo makin berkembang dan sejahtera,” tuturnya.
Pengalaman serupa dialami Ahmad Ferdi, warga setempat dari Kelurahan Asembagus. Selain menerima satu sapi plus sepasang kambing, kini dia juga bekerja sebagai tukang bangunan di lokasi konstruksi bandara.
“Puji syukur, saya terima seekor sapi dan dua kambing. Bantuan ini memungkinkan keluarga kami mengembangkan usaha peternakan. Terima kasih kepada Bupati Rio-Wakil Bupati Ulfi serta Kementerian Pertahanan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








