SITUBONDO, Tugujatim.id – Pemandangan puluhan ambulans gratis berbaris di kompleks perkantoran Pemkab Situbondo menjadi sorotan pada akhir November 2025. Pasangan pemimpin daerah, Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Ulfiyah, tampak mengecek langsung kondisi armada kesehatan tersebut.
Kepala daerah yang kerap disapa Mas Rio itu mengungkapkan, 38 kendaraan operasional ini merupakan hasil maksimal dari alokasi DBHCHT yang tersedia. Pengadaan ini menjadi bukti nyata komitmen politik yang diusung keduanya dalam kontestasi kepala daerah periode sebelumnya.
Baca Juga: Ambulans di Tol Jombang-Mojokerto Terguling, 5 Orang Luka-Luka
“Ini fase perdana. Kami berencana mengajukan penambahan untuk periode anggaran mendatang,” ungkap Mas Rio, Kamis (27/11/2025).
Menariknya, distribusi kendaraan darurat ini tidak akan dibagi rata ke seluruh wilayah. Pemerintah setempat akan menyusun pemetaan kebutuhan berdasarkan aksesibilitas fasilitas medis di masing-masing lokasi. Daerah terpencil dengan jangkauan layanan kesehatan minim bakal diprioritaskan.
“Kami menganalisis mendalam agar tepat guna,” tambahnya.
Berbeda dari sistem kendaraan siaga sebelumnya yang dikelola langsung perangkat desa, kali ini pemerintah kabupaten mengambil kendali penuh. Langkah ini diambil menyusul banyaknya pengaduan masyarakat tentang penyalahgunaan kendaraan dinas untuk urusan pribadi oknum pejabat.
“Kami menerima keluhan bahwa kendaraan siaga kerap dimanfaatkan untuk keperluan personal. Karena itu, pengawasan kali ini diperketat,” tegas Mas Rio.
Sebelum program ini bergulir, tidak jarang warga langsung mendatangi kediaman bupati ketika memerlukan transportasi medis darurat. Mengantisipasi hal tersebut, satu unit khusus ditempatkan di gedung pendapa agar lebih mudah diakses.
Optimis Layani Kasus Gawat Darurat di Kawasan Terluar
Seluruh armada ambulans gratis telah dibekali perlengkapan medis esensial seperti tabung oksigen, perangkat pertolongan pertama, dan ranjang pasien. Mas Rio menegaskan, tidak ada pungutan apa pun untuk layanan ini, baik untuk perawatan maupun antar-jemput pasien, bahkan hingga ke luar wilayah kabupaten.
Sementara itu, Mbak Ulfi, sapaan akrab Wakil Bupati Situbondo, menegaskan, ambulans gratis ini adalah hak seluruh penduduk tanpa terkecuali.
“Fasilitas ini terbuka untuk siapa saja. Milik rakyat Situbondo,” katanya tegas.
Mbak Ulfi menekankan bahwa inisiatif ini bukan sekadar memenuhi janji kampanye, melainkan respons terhadap kebutuhan riil masyarakat yang sudah lama dinantikan.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan dr Sandy Hendrayono menjamin keberlanjutan operasional melalui program Berantas Plus yang mencakup biaya pengemudi dan bahan bakar. Dengan 38 unit yang siap beroperasi, otoritas setempat optimis akses layanan gawat darurat di kawasan terluar kini semakin terjangkau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








