SIDOARJO, Tugujatim.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo mengeluarkan peringatan waspada terhadap 38 daerah berpotensi tinggi terdampak bencana akibat cuaca ekstrem. Bencana hidrometeorologi meliputi banjir genangan air, puting beliung, longsor, hingga hujan es.
Cuaca ekstrem diprediksi akan terjadi selama sepekan ke depan, mulai 2 April hingga 8 April 2023.
38 wilayah di Jatim yang perlu meningkatkan kewaspadaan potensi cuaca ekstrem ialah wilayah Malang Raya (Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang). Juga Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Jombang.
Lalu ada Kota Blitar, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Magetan, Kota Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Sampang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Sumenep, dan Kota Surabaya.
Selain itu, juga Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kediri, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Blitar, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jember, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Tuban, Kota Madiun, Kabupaten. Pacitan, Kota Pasuruan.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan menjelaskan bahwa berdasarkan analisis kondisi iklim, secara umum pada bulan April 2023 wilayah Jatim masih berada pada masa pancaroba. Sehingga potensi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jatim.
Masih hangatnya suhu muka laut di sekitar wilayah perairan Jatim mengindikasikan suplai uap air masih cukup signifikan di wilayah Jatim. Serta masih terbentuknya daerah konvergensi atau pertemuan massa udara yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Jatim.
Selain itu, adanya gelombang Atmosfer Rossby dan Kelvin di wilayah Jatim yang diprakirakan akan berpengaruh pada kondisi cuaca dalam seminggu ke depan.
”Hal ini berkontribusi meningkatkan pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta petir dan angin kencang,” ungkap Taufiq, dalam keterangan resminya.
Masyarakat diimbau waspada terhadap dampak potensi bencana hidrometeorologi pada masa peralihan atau pancaroba dan selalu memantau informasi terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui website www.juanda.jatim.bmkg.go.id/radar
“Informasi peringatan dini tiga harian dan peringatan dini dua hingga tiga jam ke depan yang selalu kami bagikan melalui website tersebut dan di media sosial @infobmkgjuanda,” pungkasnya.








