MOJOKERTO, Tugujatim.id – Melatih anak belum balig untuk berpuasa tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebab, pembelajaran yang dilakukan secara serampangan tidak membuat nilai yang ditanamkan berbuah manis, justru malah menimbulkan hasil yang buruk. Lalu, bagaimana tips cara latih anak berpuasa sejak dini?
“Pada Ramadan ini, anak-anak perlu diajari mencintai bulan suci tersebut. Sebab, dengan mencintai bulan suci umat Islam, mereka akan merasa senang menjalankan aktivitas di bulan Ramadan, termasuk berbuka dan sahur,” ujar pegiat literasi Kota Mojokerto Uswatun Hasanah pada Sabtu (16/03/2024).
Baca Juga: Anak Belum Balig Ikut Puasa? Ini Kata Pegiat Literasi Kota Mojokerto
Selain itu, Ning Uswah, sapaan Uswatun Hasanah, menambahkan, masing-masing anak memiliki kesiapan yang bervariasi tergantung dengan keadaan fisiknya.
“Rata-rata, anak berusia 10 tahun secara fisik sudah bisa berpuasa penuh,” lanjut redaktur gerakan Perempuan Membaca ini.
Lalu bagaimana cara latih anak berpuasa sejak dini? Simak penjelasan berikut ini!
1. Memberi Pemahaman soal Rukun Islam
Maksud dari cara tersebut merupakan filosofi ketika bayi lahir yang dibacakan azan pada telinga kanan dan iqomah pada telinga kiri adalah agar anak-anak mengenal Allah serta mengajarkan ketauhidan yang sempurna kepada anak.
“Maka proses pengajaran ketauhidan terus berlanjut dengan cara mengajari anak tentang rukun Islam dan rukun iman. Termasuk melatih anak puasa sejak dini adalah salah satu cara mengaplikasikan tentang rukun Islam,” terang Ning Uswah.
2. Memberitahu Keutamaan Puasa tanpa Menakut-nakuti (Targhib tanpa Tahdzib)
Bagi seorang anak, menahan hawa nafsu untuk makan dan minum mungkin adalah hal yang sulit. Maka anak diberitahu dengan cara yang halus bahwa puasa adalah perintah Allah SWT. Perbuatan mengagungkan Allah SWT di depan anak adalah tanggung jawab orang tua.
“Dapat disampaikan pula bahwa puasa adalah amalan yang dilakukan oleh para Nabi bahkan sebelum Nabi Muhammad SAW. Bahwa puasa adalah bentuk kasih sayang Allah SWT kepada makhluk-Nya. Doanya akan dikabulkan Allah jika mau berpuasa. Ceritakan kebaikan-kebaikan puasa tanpa mengancam dengan dosa bagi yang tidak melakukan. Karena masih belum waktunya mentahdzib anak. Targhib lebih baik,” lanjut Ning Uswah.
3. Memberitahu tentang Larangan Berpuasa
Ajaran tentang larangan saat berpuasa juga harus disampaikan sesuai dengan pemahaman anak. Hal ini juga bisa menjadi salah satu cara latih anak berpuasa sejak dini yang efektif.
“Karena biasanya anak-anak overthinking, seperti yang sering kami dengar obrolan dari anak-anak kecil, puasa itu gak boleh kentut, gak boleh berenang, bahkan ada yang bilang kalau puasa gak boleh keramas nanti takut airnya masuk. Jadi anak-anak sekalian diedukasi tentang puasa,” ujar Ning Uswah.
4. Latihan Puasa secara Bertahap
Kemampuan fisik anak jelas berbeda dengan orang dewasa. Karena itu, latihan berpuasa bagi anak bisa diawali dengan 3–4 jam saat pertama kali. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri.
“Saat akan sudah cukup siap, latih anak untuk menjalankan puasa hingga sore. Beri kelonggaran bila pada jam yang sudah ditentukan dia merasa lapar atau haus. Kemudian, lanjutkan lagi hingga waktu berbuka. Dengan memulainya secara bertahap, anak pun akan lebih siap,” lanjut Ning Uswah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








