• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi perempuan remaja zaman penjajahan Jepang/tugu jatim

Ilustrasi perempuan remaja zaman penjajahan Jepang. (Foto: Pinterest)

4 Fakta Perawan Indonesia di Masa Penjajahan Jepang 

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in Internasional, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Menjadi perawan remaja yang cantik pada masa penjajahan Jepang tidak mudah. Jika hari ini, cantik adalah aset yang menguntungkan, namun tidak demikian halnya di masa penjajahan Jepang. Paras cantik bisa jadi petaka bagi si gadis.

Perawan seringkali menjadi objek kejahatan perang, kebengisan, nafsu binatang dan kebiadaban bala tentara Dai Nippon pada masa1943-1945. Untuk berempati dengan kisah sejarah yang memilukan bagi kaum perempuan tersebut, berikut kami ulas fakta-fakta seputar perawan di masa penjajahan Jepang. Ulasan ini disarikan dari novel Pramoedya Ananta Toer Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer

You might also like

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

21/07/2026 3:21 PM
Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

21/07/2026 3:00 PM

1. Janji Manis Bersekolah di Negeri Seberang

Janji itu muncul pertama kali pada tahun 1943. Pemerintah Pendudukan Dai Nippon membuat propoganda yang berisi bahwa di dalam usaha mempersiapkan rakyat Indonesia ke arah kemerdekaan nanti sesuai kehendak Nippon, maka generasi muda Indonesia dididik supaya bisa mengabdikan diri dalam kemerdekaan.

Janji mereka sangat manis. Tetapi janji hanyalah janji, para perawan remaja itu tidak pernah sampai pada cita-cita mulia mereka untuk belajar ke negeri seberang.

2. Dijadikan Pelacur oleh Balatentara Dai Nippon

Para prempuan remaja itu mengalami kehidupan yang pahit setelah mereka berangan-angan menjadi perempuan terdidik. Mereka diangkut menggunakan kapal ke tempat yang tidak mereka tahu. Shonanto dan Tokyo yang tadinya menjadi tempat tujuan mereka belajar tetap menjadi impian saja.

Di tempat yang asing itu, mereka malah dijadikan pemuas nafsu tentara Dai Nippon. Mereka dikumpulkan di pengepolan, barak tentara, dan menjadi korban kebiadaban penjajah. Sadisnya, baru 1,5 mil meninggalkan pelabuhan, para wanita-wanita cantik itu langsung diterkam oleh kebuasan tentara Jepang. Mereka diperkosa, dihancurkan dan dibuat trauma. Tak ada yang melindungi mereka.

3. Terbuang dan Terpisah dari Keluarga

Setelah Jepang kalah perang pada tahun 1945. Para remaja itu terbuang, tak tentu arah. Mereka ingin pulang ke kampung halaman, tetapi beban moralnya sangat besar. Salah satu di antara para perawan remaja itu adalah Sumiyati. Ia adalah putri Asisten Wedana Kecamatan Pesantren, Kediri. Sumiyati terpisah dari keluarga dan tinggal di Siam, Thailand. Di Siam, ia menjalani hidupnya jauh dari sanak saudara.

Di dalam negeri, Pulau Buru menjadi salah satu tempat pembuangan. Bukan saja pembuangan tahanan politik. Jauh sebelum itu, para perawan remaja pada masa penjajahan Jepang terbuang di sana. Sama dengan Sumiyati, beban moral dan tidak tahu jalan pulang menjadi alasan mereka tidak pulang ke pangkuan Ayah dan Bunda. Mereka menua di sana dengan kenangan masa remaja yang menyedihkan.

4. Tidak Mendapatkan Keadilan Sampai Sekarang

Keadilan untuk para remaja yang menderita pada saat itu tidak ada. Usaha pemerintah sampai saat ini juga nihil. Semua orang seakan melupakan apa yang dirasakan para remaja pada saat itu. Jumlah mereka banyak, tetapi Jepanglah yang seharusnya lebih tahu berapa jumlah mereka.

Janji itu tidak pernah tercatat dan tertulis di atas kertas. Para tentara Dai Nippon cerdas sekali dalam menghilangkan jejak kejahatan, dan orang-orang mudah sekali melupakannya.

Itulah 4 fakta yang dialami para remaja Indonesia pada masa penjajahan Jepang. Semoga kita bisa memahami dan berempati pada mereka.

Tags: Budak Seks JepangDai NipponPenjajahan JepangPerawan saat Penjajahan Jepang
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

by Dwi Linda
21/07/2026 3:21 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Organisasi kemasyarakatan Bareng Rakyat merampungkan pembentukan kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Minggu (20/07/2026). Pencapaian...

Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 3:00 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (20/07/2026) sekitar...

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Next Post
Kegiatan Webinar Malang Future Generation yang telah dilaksanakan/tugu jatim

Indonesia Bebas Sampah Tahun 2025, Misi Malang Future Generation

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID