4 Mitos Penyakit HIV yang Masih Dipercaya Masyarakat, Nomor 3 dan 4 Sering Bikin Salah Paham

Penyakit HIV. (Foto: Alodokter/Tugu Jatim)
Ilustrasi jarum suntik dan obat HIV AIDS. (Foto: Alodokter)

MALANG, Tugujatim.id – Penyakit HIV memang salah satu penyakit yang diakibatkan oleh virus. Bahayanya, virus ini menyerang sistem imun dari penderitanya sehingga mengakibatkan lebih mudah terserang penyakit. Namun, di kalangan masyarakat beredar mitos-mitos yang muncul akibat kurangnya edukasi soal penyakit ini. Apa saja?

Ya, penyakit HIV dan AIDS memang sangat berkaitan. Namun, banyak orang yang keliru memahaminya. Intinya, HIV adalah kondisi yang bisa mengakibatkan penyakit AIDS.

HIV sendiri adalah singkatan dari jenis virus yaitu Human Immunodeficiency Virus. HIV secara spesifik menyerang dan menghancurkan sel CD4 yang menjadi bagian penting dari sistem kekebalan tubuh manusia untuk melawan infeksi.

Lalu, apa saya ya mitos-mitos yang beredar di kalangan masyarakat soal penyakit HIV agar Anda tak salah memahaminya? Simak penjelasan berikut ini!

1. Penderita HIV Dapat Dikenali dari Anatomi Tubuh

Orang yang terinfeksi virus HIV dapat dilihat dari kondisi fisiknya merupakan mitos. Masyarakat sering berpendapat bahwa penderita HIV pasti memiliki fisik yang kurus dan lesu. Faktanya, penderitanya secara perilaku dan kondisi fisik masih sangat tampak sehat. Jadi, kondisi fisik seseorang tidak dapat dijadikan patokan bahwa dia terjangkit virus HIV.

2. Wanita Hamil Pasti Janinnya Tertular Virus HIV

Dilansir dari EMC Health Care, penularan virus HIV dari ibu ke janinnya merupakan penularan vertikal. Penularan ini masih dapat dicegah dengan berbagai cara. Faktanya, begitu banyak bayi yang lahir sehat meski ibunya terjangkit HIV.

Mengutip dari Alodokter, calon ibu dapat melakukan metode terapi kombinasi antiretroviral atau highly active antiretroviral therapy (HAART) selama hamil dan tak memberikan ASI kepada bayinya. Apabila ibu selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai janinnya, maka kemungkinan bayi terjangkit virus HIV dirasa cukup kecil.

3. Virus HIV Menular Hanya dengan Sentuhan

Mitos ini masih sering kali dipercaya sebagian besar masyarakat di Indonesia. Apabila kerabat atau teman yang terdeteksi positif HIV, kebanyakan akan menjauhi penderita dengan alasan takut tertular.

Penyakit HIV memanglah menular, tapi tidak semudah itu apalagi melalui sentuhan fisik. Mengutip dari Hello Sehat, akan terjadi penularan HIV apabila terdapat kontak secara seksual dan pertukaran cairan tubuh dengan penderita HIV. Jadi dapat dipastikan sentuhan fisik tanpa adanya aktivitas seksual tidak akan menularkan virus HIV.

4. Nyamuk Dapat Menularkan HIV

Mitos yang satu ini dapat dipatahkan dengan tidak ditemukannya berbagai jurnal yang mengatakan bahwa hewan nyamuk dapat menularkan HIV. Banyaknya masyarakat yang masih memercayai mitos-mitos tentang HIV diharapkan agar segera mengetahui dan paham soal faktanya. Banyaknya kasus yang terjadi saat ini diharapkan masyarakat selalu waspada. Namun, jangan menghindari penderita HIV sebagaimana mitos-mitos yang tersebar itu ya.

Mari bantu penderita HIV agar senantiasa diberikan kekuatan untuk menjalani hidupnya selayaknya orang pada umumnya. Semoga bermanfaat!