• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kelola stres.

Lebaran usai, tapi stres mulai terasa. Dari dompet menipis, rumah berantakan, hingga badan drop. Ini cara sederhana kelola stres. (Foto: Pinterest/Meskat Shorif)

4 Tips Kelola Stres setelah Lebaran, Awas Jangan Berlarut-larut Lengkap dengan Cara Mengatasinya!

Dwi Linda by Dwi Linda
4 months ago
in Tips
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Euforia Lebaran memang selalu datang dengan hangat, rumah penuh tawa, meja makan tak pernah kosong, dan silaturahmi terasa begitu hidup. Agar tidak berlebihan, ada kalanya kamu kelola stres pasca Lebaran setelah liburan panjang.

Hari-hari terasa cepat berlalu di tengah kunjungan keluarga, obrolan panjang, hingga momen saling berbagi yang terasa tulus. Namun, ketika semuanya mulai mereda dan rutinitas perlahan kembali, tak sedikit orang justru dihadapkan pada perasaan yang berbeda: lelah, kosong, bahkan stres yang datang diam-diam.

You might also like

Kebiasaan orang produktif.

Kebiasaan Orang Produktif yang Bisa Ditiru tanpa Harus Bangun Pukul 4 Pagi

22/07/2026 8:30 AM
Tips merawat HP Vivo.

Tips Merawat HP Vivo agar Tetap Lancar dan Awet Digunakan Bertahun-tahun

21/07/2026 5:15 PM

Baca Juga: 7 Cara Hemat Uang setelah Lebaran: Strategi Cerdas Bangkit dari “Krisis Dompet”

Di balik hangatnya perayaan, ada realita yang mulai terasa. Dompet yang menipis setelah pengeluaran besar, rumah yang berantakan setelah jadi pusat berkumpul, tubuh yang terasa tidak fit akibat pola makan yang berantakan, hingga pikiran yang masih terbayang pertanyaan-pertanyaan sensitif dari keluarga. Kondisi ini bukan hal yang aneh—bahkan dalam kajian psikologi, fenomena ini sering disebut sebagai post-holiday blues, yaitu penurunan suasana hati setelah periode perayaan atau liburan panjang.

Agar tidak berlarut-larut, penting untuk kelola stres dan menghadapinya dengan langkah-langkah sederhana yang realistis.

1. Mengatur Finansial Pasca Hari Raya

Salah satu sumber stres paling umum setelah Lebaran adalah kondisi keuangan. Pengeluaran untuk THR, kebutuhan mudik, baju baru, hingga konsumsi selama hari raya sering kali membuat kondisi finansial menjadi lebih ketat dari biasanya. Ketika kembali ke rutinitas, tekanan muncul dari tagihan yang menunggu dan pemasukan yang belum sepenuhnya stabil.

Menurut penelitian dalam Journal of Consumer Research, pengeluaran selama momen perayaan sering kali dilakukan secara impulsif karena dorongan sosial dan budaya, efek perayaan hingga promosi-promosi yang ada, kemudian dapat memicu stres finansial setelahnya.

Untuk mengatasinya, langkah kecil ini bisa jadi sangat membantu:

• Mulai dengan mengecek ulang kondisi keuangan secara jujur, tanpa menghindar. Ini membantu mengurangi kecemasan yang tidak pasti.
• Susun ulang prioritas pengeluaran untuk beberapa minggu ke depan.
• Tahan diri dari belanja tambahan sebagai bentuk “pelarian stres”.

2. Home-Control setelah Kumpul Keluarga

Rumah yang sebelumnya rapi bisa berubah menjadi “zona perang” setelah menerima banyak tamu. Piring menumpuk, barang berpindah tempat, dan suasana tidak lagi terasa nyaman. Tanpa disadari, kondisi lingkungan yang berantakan dapat memperburuk stres.

Dalam studi yang dipublikasikan oleh Personality and Social Psychology Bulletin, lingkungan rumah yang tidak terorganisir terbukti berkaitan dengan peningkatan hormon stres (kortisol), terutama pada individu yang sensitif terhadap keteraturan.

Untuk mengatasinya:

• Tidak perlu langsung bersih total—mulai dari area kecil seperti kamar tidur atau meja kerja.
• Lakukan secara bertahap agar tidak terasa membebani.
• Putar musik atau lakukan sambil aktivitas ringan agar lebih enjoyable.

Mengembalikan ruang pribadi ke kondisi nyaman bisa memberi efek besar terhadap ketenangan pikiran.

Baca Juga: 9 Cara Efektif Kelola Stres untuk Jaga Ketenangan Pikiran

3. Mengembalikan Pola Hidup Sehat

Lebaran identik dengan makanan bersantan, manis, dan berlemak. Dalam beberapa hari, pola makan berubah drastis, belum lagi jam tidur yang ikut berantakan. Tak heran jika setelahnya tubuh terasa berat, mudah lelah, atau mengalami gangguan pencernaan.

Menurut Harvard Health Publishing, perubahan pola makan secara tiba-tiba, terutama konsumsi tinggi lemak dan gula, dapat memengaruhi sistem pencernaan serta energi tubuh secara keseluruhan.

Cara sederhana untuk kembali seimbang:

• Mulai kembali ke pola makan normal secara perlahan, tidak perlu ekstrem.
• Perbanyak air putih untuk membantu metabolisme.
• Sisipkan aktivitas ringan seperti jalan kaki untuk mengembalikan ritme tubuh.

4. Menjaga Kesehatan Mental selama dan setelah Hari Raya

Selain fisik dan finansial, aspek sosial juga sering meninggalkan beban tersendiri. Pertanyaan seperti “kapan nikah?”, “kerja di mana sekarang?”, atau “kok belum ini-itu?” mungkin terdengar ringan, tetapi bisa memicu tekanan, terutama jika menyentuh hal yang sensitif.

Fenomena ini berkaitan dengan social comparison theory dalam psikologi, di mana individu cenderung membandingkan dirinya dengan orang lain, yang dapat menurunkan rasa percaya diri dan meningkatkan stres.

Untuk mengelolanya:

• Sadari bahwa tidak semua pertanyaan harus dijawab dengan serius.
• Ambil jeda dari interaksi sosial jika merasa terlalu lelah.
• Fokus kembali pada perjalanan pribadi, bukan standar orang lain.

Merasa lelah atau stres setelah Lebaran bukanlah hal yang aneh, bukan berarti kita tidak menikmati dan gagal memaknai hari raya, melainkan respons yang wajar setelah melewati periode yang penuh aktivitas, emosi, dan perubahan ritme. Yang penting bukan menghindari perasaan tersebut, tetapi memahami dan mengelolanya dengan cara yang sehat.

Di hari yang fitri dan suci, momen Lebaran sejatinya bukan hanya tentang kembali ke orang lain, tetapi juga kembali pada diri sendiri. Ini adalah waktu yang tepat untuk menata ulang; bukan hanya rumah dan keuangan, tetapi juga pikiran dan perasaan. Karena pada akhirnya, “kembali suci” juga berarti memberi diri kesempatan untuk menata diri untuk memulai lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Maulida N/Magang

Editor: Dwi Lindawati

Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Kebiasaan orang produktif.

Kebiasaan Orang Produktif yang Bisa Ditiru tanpa Harus Bangun Pukul 4 Pagi

by Dwi Linda
22/07/2026 8:30 AM
0

Tugujatim.id - Kebiasaan orang produktif kerap dikaitkan dengan rutinitas bangun sangat pagi, padahal produktivitas tidak ditentukan semata oleh waktu bangun....

Tips merawat HP Vivo.

Tips Merawat HP Vivo agar Tetap Lancar dan Awet Digunakan Bertahun-tahun

by Dwi Linda
21/07/2026 5:15 PM
0

Tugujatim.id – Kamu pengguna Vivo yang ingin perangkatnya tetap responsif meski telah digunakan selama bertahun-tahun? Ini Tugu Jatim kasih tips...

Kucing

Kucing Tiba-Tiba Buang Air Sembarangan? Ini 8 Hal yang Bisa Menjadi Penyebabnya

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 11:00 AM
0

Tugujatim.id - Kucing yang biasanya selalu buang air di litter box terkadang bisa tiba-tiba pipis atau buang air besar di lantai,...

Teknik Feynman

Sering Kesulitan Memahami Materi? Coba 7 Langkah Belajar dengan Teknik Feynman

by Mochamad Abdurrochim
13/07/2026 8:26 AM
0

Tugujatim.id – Bagi sebagian pelajar maupun mahasiswa, memahami materi pelajaran tidak selalu cukup hanya dengan membaca berulang kali. Meski sudah...

Next Post
Rental motor di Malang Raya.

9 Daftar Rental Motor di Malang Raya, Buka 24 Jam hingga Ada Alamat dan No WA Lengkap!  

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID